Arsip Tag: Sundance

Safety Not Guaranteed – review

Tahun lalu, ada beberapa film bertemakan coming of age berbalut romansa yang beredar di bursa festival dan meninggalkan banyak review positif seperti Ruby Sparks dan The Perks of Being a Wallflower. Namun untuk saya, Safety Not Guaranteed ini juaranya. Mungkin tokoh utama yang diperankan Aubrey Plaza terlalu tua ya untuk masuk kategori ‘coming of age’  :p tapi toh film yang diputar di Sundance Film Festival 2012 ini mengisahkan tentang pencarian jati diri. Ide ceritanya sendiri sebetulnya sangat sederhana namun berhasil dikemas dengan begitu mengesankan.

SNG - 1

Berawal dari sebuah iklan baris milik Kenneth Calloway (Mark Duplass) di sebuah surat kabar yang mencari teman seperjalanan untuk time-travel, seorang penulis dan dua orang mahasiswa/i magang di majalah Seattle ditugaskan untuk membuat berita investigasi terkait iklan tersebut.  Singkatnya, Darius Britt (Aubrey Plaza) si anak magang ditugaskan untuk menyelidiki Kenneth lebih jauh dengan berpura-pura menjawab iklan tersebut. Kepribadian Kenneth yang introvert dan paranoid sempat membuat banyak orang berpikir bahwa ia hanya orang gila.

SNG 2

Darius: [referring to Kenneth] What makes you think there’s something wrong with him? 
Jeff: Because he thinks he can go back in time. 
Darius: Was there something wrong with Einstein or David Bowie?

Namun setelah menghabiskan beberapa waktu bersama, Darius mulai menaruh simpati pada Kenneth. Untuk plot yang terakhir ini mudah ditebak, memang. Tapi tetap membuat penasaran, khususnya pada will they or won’t they time travel? x) Saya sendiri suka endingnya, walaupun beberapa opini di luar sana menganggap it’s an easy way out, tapi menurut saya ending yang dibuat sang penulis Derek Connolly truly defines the genre itself. Romance sci-fi played out well! 

Aubrey Plaza di sini sungguh jenaka! –in her own, straightface way. Apalagi pada adegan perkenalan pertama dengan Kenneth di supermarket 😀 Penokohan Darius sebagai ‘tokoh utama’ dan Kenneth sebagai ‘interest object’ ini cukup menyegarkan, karena biasanya pada film-film seperti ini, tokoh lelaki-lah yang jadi tokoh utama (500 Days of Summer, Ruby Sparks, etc).

SNG 3

A heartfelt quote about companionship:

Kenneth: To go it alone or to go with a partner. When you choose a partner you have to have compromises and sacrifices, but it’s a price you pay. Do i want to follow my every whim and desire as I make my way through time and space, absolutely. But at the end of the day do I need someone when I’m doubting myself and I’m insecure and my heart’s failing me? Do I need someone who, when the heat gets hot, has my back? 
Darius: So, do you? 
Kenneth: I do.

Bosan menonton film romantis yang begitu-begitu saja? film ini bisa jadi pilihan, no safety guaranteed, just total awesomeness! 8/10

Like Crazy – review

Anna: I thought I understood it. But I didn’t. I knew the smudgeness of it. The eagerness of it. The Idea of it. Of you and me.

Tidak seperti film bernarasi seperti pada umumnya, Like Crazy menyampaikan kepingan-kepingan dokumentasi perjalanan cinta Jacob (Anton Yelchin) dan Anna (Felicity Jones) dengan apa adanya. Dengan tema besar mengenai long distance relationship (LDR), beberapa menit awal Like Crazy memang akan terasa lambat dan membosankan, karena memang tidak dikemas se-hip Going The Distance ataupun dihiasi banyak lagu dari band indie terkini seperti 500 Days of Summer. Walau begitu, Droke Doremus sang sutradara cukup cermat menuturkan dan memvisualisasikan beberapa momen tertentu dengan indahnya mulai dari awal perjumpaan mereka, kencan pertama, perpisahan pertama, pertengkaran pertama, dan seterusnya.

Summer fling, mungkin itu yang ada di benak awal Jacob saat berkenalan dengan Anna, mahasiswi pertukaran pelajar dari Inggris. Singkat cerita hubungan mereka berkembang dengan sendirinya, mengesampingkan bahwa Anna pada akhirnya toh akan pulang ke Inggris. Bahkan saking head-over-heels falling in love, pada suatu ketika Anna menyalahi penggunaan visa pelajarnya. Ia memutuskan untuk menghabiskan liburan bersama Jacob di mana seharusnya ia pulang ke Inggris. Satu kecerobohan kecil ini ternyata membawa dampak berkepanjangan pada hubungan mereka ke depannya.

Lanjutkan membaca Like Crazy – review