Arsip Tag: Seth Rogen

For A Good Time, Call … – review

GoodTime3

Saya agak meremehkan film ini awalnya, karena film chick flick-comedy itu agak tricky, kalau gak shallow atau garing banget, ya berlebihan kayak Bridemaids. (and i’m not a fan of Bridemaids). Namun ternyata kedua bintang ‘For A Good Time, Call’ yang juga bertindak sebagai penulis dan eksekutif produser ini resumenya cukup menjanjikan. Saya cukup familiar dengan wajah Ari Graynor, yang berperan sebagai si pirang pemabuk di Nick & Norah Infinite Playlist, pemain roller derby Eva Destruction di Whip It, juga peran serupa-tapi-tak-sama-nya di Celeste & Jesse Forever dan 10 Years.

Sedangkan saya juga baru tahu Laurie Miller adalah istri dari Seth Rogen. The comedy cue is obvious 😀 Iapun sempat muncul di Superbad, Zack & Miri Make A Porno & 50/50. Jadi tidak heran juga ya yang main di film ini rata-rata dari circle yang itu-itu lagi.

So, back to the movie, kurang lebih plotnya mengingatkan saya akan seri 2 Broke Girls; dua orang wanita yang sifatnya sangat berlawanan terpaksa hidup bersama karena sama-sama membutuhkan. Satu-satunya kesamaan mereka adalah memiliki a mutual-gay-bestfriend, Jesse yang diperankan Justin Long. Nampaknya Justin Long memang luwes sekali ya memerankan gay, seperti perannya di Zack & Miri 8)))).

GoodTime1

Komplit sudah kesialan Lauren (Laurie Miller), yang baru saja dicampakkan kekasihnya, terpaksa pindah dan berbagi apartemen dengan Katie (Ari Graynor) yang dibencinya, sampai akhirnya ia mendadak dipecat dari pekerjaannya. Situasi finansial tak kunjung membaik dan Lauren terlalu malu untuk minta tolong pada orangtuanya yang kaya raya, hingga akhirnya ia mendapati Katie yang melakukan pekerjaan sampingan berupa layanan phone-sex. Dari sinilah Lauren yang memang berbakat bisnis dan Katie yang serampangan dan ceplas-ceplos akhirnya ‘berdamai’ dan mengembangkan ide untuk membangun jaringan usaha phone-sexnya sendiri: 1-877-MMM-HMMM.

GoodTime4

Yang bikin film ini lucu banget? their raunchy-hilarious dialogues & berbagai upaya maksimal Katie & Lauren dalam ‘menghibur’ pelanggannya yang juga tidak kalah random dan aneh — termasuk cameo super konyol Seth Rogen dan Kevin Smith 8)))) If you enjoyed Zack & Miri Make a Porno, you’ll definitely enjoy this one.

So, for a good time, check this quirky (and dirty) comedy out! 7/10

50/50 – review

Nampaknya karena Joseph Gordon Levitt memang dianugerahi wajah yang melas, ia cocok sekali memerankan peran tokoh teraniaya macam Cameron James di 10 Things I Hate About You, Tom Hansen di 500 Days of Summer, atau seperti perannya sebagai Adam di film 50/50 ini. Kecuali tentunya saat ia mendobrak itu semua lewat Hesher (2010) :p. Well anyway, back to 50/50, Adam adalah pemuda twenty-something biasa, bekerja sebagai produser di sebuah stasiun radio dan memiliki pacar cantik yang tinggal bersamanya. Dunianya seketika jungkir balik saat ia divonis dokter mengidap sebuah kanker tulang belakang yang langka. Tentunya bukan kabar yang ingin didengar seseorang di saat usianya baru saja 27 tahun.

Adam: A tumor? 
Dr. Ross: Yes. 
Adam: Me? 
Dr. Ross: Yes. 
Adam: That doesn’t make any sense though. I mean… I don’t smoke, I don’t drink… I recycle…

Untuk fim dengan tema kanker, plotnya cukup mudah dicerna, tidak semelankolis Dying Young (1991) atau sedepresi Funny People (2009). Namun ada benang merah yang menghubungkan 50/50 dengan Funny People, yakni sama-sama dibintangi Seth Rogen. Disini Seth Rogen berperan sebagai Kyle, sahabat Adam yang ceplas-ceplos. (well, Seth Rogen is being Seth Rogen indeed 😀). 50/50 sendiri adalah angka presentasi kesembuhan Adam yang diprediksi oleh dokter.  Keistimewaan kisah 50/50 ini memang terletak pada kesederhanaannya. Seolah menyampaikan that shit does just happen sometimes and it doesn’t discriminate, even to a guy as decent, as mild, as good as Adam. Adam kini menjalani kesehariannya dengan rangkaian kemoterapi, berkenalan dengan pasien kanker lain, juga sesi terapi dengan psikiater kikuk Katherine (Anna Kendrick). Ia pun harus menghadapi kepanikan sang ibu (Anjelica Huston, in one of her less-scary gesture here :D) dan the girlfriend we’d all love to hate, Rachael (Bryce Dallas Howard, yang nampaknya mulai menapaki spesialis peran antagonis sejak akting gemilangnya di The Help :D). Seiring waktu dan penyakit yang kian menggerogoti, makin sulit bagi Adam untuk tetap bersikap positif.

Lanjutkan membaca 50/50 – review