Arsip Tag: serial killer

SCRE4M – review

The Voice: Welcome home, Sidney. You’re a survivor, aren’t you, Sidney? What good is it to be a survivor when everyone close to you is dead? You can’t save them. All you can do… is watch.

Tadinya agak malas menonton installment ke-4 dari seri Scream ini.  What’s there left to expect? Not too fond for the last one, either. Namun ternyata di luar dugaan, kisah serial killer dengan julukan GhostFace kali ini sangat menghibur, bahkan seolah Kevin Williamson sang kreator memang sengaja menyisipkan berbagai humor satir yang seolah ‘mentertawakan’ trilogi sebelumnya.

Adegan pembuka khas Scream yang bertaburan cameo dari mulai Anna Paquin sampe Kristen Bell bahkan mampu memancing tawa, yang juga mengingatkan kita akan Scary Movie –film mash up parodi horor remaja di tahun 90an.

Tokoh-tokoh asli dari trilogi sebelumnya masih tetap dipertahankan, yakni:  Sydney Prescott (Neve Campbell), Gail Weathers (Courteney Cox), Dewey Riley (David Arquette).  Alkisah Sydney yang baru saja meluncurkan buku perdananya pulang kampung ke Woodsboro. Bertepatan dengan peringatan tragedi berdarah Woodsboro oleh GhostFace, tentu ada sambutan khusus dari sang pembunuh untuk Sydney. Sepupu Sydney yakni Jill Roberts (Emma Roberts) beserta teman-temannya mulai dihujani teror GhostFace dan mau tidak mau ikut terseret ke dalam permainan hidup dan mati tersebut. Lanjutkan membaca SCRE4M – review

Dexter : TV’s favorite serial killer

Setelah perkenalan ‘tidak sengaja’, saya langsung jatuh cinta pada serial tv ini. Kebetulan waktu itu salah satu channel tv kabel sedang memutarkan re-run dua season sekaligus, and guess what? i couldn’ t keep my eyes away from this series for three days in a row :). Addictive!

Dexter Morgan (Michael C. Hall, just won an Emmy for this particular role) adalah seorang petugas forensik spesialisasi darah di Kepolisian Miami. Dikenal sebagai pria ramah dan cerdas di kalangannya, sepintas kehidupan Dexter nampak normal sebagaimana tipikal polisi lainnya. Namun siapa sangka di balik wajah dinginnya ia menyimpan kehidupan rahasia. He might be solving up cases by day, but by night, he’s strolling down the street as a merciless serial killer hunting for prey. Not just any random serial killer, but he holds the ‘code’ which is known as the Harry’s Code.

Sejak kecil, Dexter memiliki ‘dahaga’ yg tidak wajar untuk anak seusianya, yakni hasrat membunuh. Hal ini disadari oleh Harry, ayah angkatnya yg juga seorang polisi yg cukup disegani di Kepolisian Miami. Tidak ingin anaknya divonis sebagai pesakitan, Harry menyimpan rahasia ini untuk kemudian mengarahkan ambisi puteranya pada sebuah kode atau aturan main, yakni Dexter ‘hanya’ boleh mengambil nyawa para kriminal yg lolos dari jerat hukum. Inipun  dilakukan setelah penyelidikan mendalam dan ekstra hati-hati.

Dexter Morgan: [voiceover] Harry was a great cop here in Miami. He taught me how to think like one; he taught me how to cover my tracks. I’m a very neat monster.

Berbekal kode moral tersebut, Dexter tumbuh dewasa menjadi ahli forensik dan bersama adik perempuannya Debra (Jennifer Carpenter, Michael C.Hall real-life wife 🙂 )–yg juga polisi detektif dan sama sekali tidak tahu menahu atas kehidupan ganda kakak kesayangannya ini- menjalani kesehariannya memecahkan kasus demi kasus di Miami. Alasannya masuk kepolisian Miami pun cukup sederhana, karena konon Miami memiliki tingkat pemecahan kasus terendah, sehingga ia tidak perlu khawatir ‘hobi’nya akan ketahuan :). Lagipula, dikelilingi laut, memudahkannya untuk ‘membuang’ barang bukti berupa…errrr body pieces. Yah, jika akrab dengan film horor semacam Saw, Hostel, dll teknik yg Dexter terapkan pada korban-korbannya tidak jauh dari berbagai macam benda tajam dan tindakan mutilasi. Namun semua sudah diperhitungkan dengan matang karena tentu saja, sebagai ahli forensik handal ia tahu persis bagaimana caranya supaya tidak meninggalkan bukti  apapun :), Clever, ain’t he? Jangan khawatir, karena ini konsumsi tv, tentu tidak akan sebrutal pada film film slasher. Oh ya, signature style Dexter yakni menyayat pipi calon korbannya untuk kemudian tetesan darahnya dikoleksi ke dalam plat kaca (seperti yg biasa digunakan di laboratorium).

Tokoh-tokoh lain yg juga berpengaruh dalam kehidupan Dexter yakni Rita Bennet, janda beranak dua yg menjadi kekasihnya. Sifat rapuhnya karena sempat menjadi korban kekerasan domestik –yg kadang membuat penonton gregetan err…or was it just me? :)- juga menjadi salah satu alasan Dexter menjalin hubungan dengannya. Because let’s face it, he was emotionally detached, and so was Rita. Tidak lupa rekan-rekan kerjanya: Angel Batista, Masuka, James Doakes serta atasannya Letnan Maria LaGuerta. Doakes satu-satunya yg menyadari ada yg janggal dengan Dexter dan selalu ketus serta menaruh kecurigaan berlebih pada segala tindak tanduknya. Tapi tentu dengan kecerdasannya, Dex selalu berhasil selangkah lebih maju mengelabui Doakes.

Season pertama selain bercerita mengenai asal usul Dexter secara flashback, juga berkisar tentang kasus Ice Truck killer, pembunuh berantai yg meninggalkan ‘pesan’ di tiap aksinya, dimana  hanya Dexter yg mampu mengerti maknanya. Who could understand a serial killer better other than…another serial killer? 😉

Dexter Morgan: I’ve lived in darkness a long time. Over the years my eyes adjusted until the dark became my world and I could see

Kini seri yg diadaptasi dari novel ‘Darkly Dreaming Dexter’ karya Jeff Lindsay ini sudah mencapai season 4, and it’s impossible for me to tell the whole ‘fun’ of the early seasons, you have to watch it yourself 🙂 Sarat dengan dark comedy melalui narasi dari Dexter sendiri, ide ceritanya mesti diakui sangat jenius although morally wrong, but yet intriguing.  Karena penonton akan dibuat ‘tidak rela’ ketika Dexter dihadapkan pada detik detik terbongkarnya kehidupan rahasianya. Apakah aksi vigilante-nya juga tak bisa terhindar dari ‘hukum’ pada akhirnya? Well he is after all, our favorite serial killer 🙂

Berikut adalah theme song Dexter, ‘Psycho Killer’ by Talking Heads. Well of course the song title would be it,..like d’oh! :).  Sebetulnya ada tv spot juga dengan lagu ini yg sangat menggambarkan how disturbingly and eerie Dexter’s world is, sayang saya tidak berhasil menemukannya di Youtube :(. Well anyway, enjoy this haunting theme song!