Arsip Tag: science-fiction

The Man From Earth – review

Jika kamu tipe orang yang bisa menikmati film yang kekuatannya ada di dialog sepanjang film (Before Sunrise-Sunset, misalnya) maka film ini a-must-see! The Man From Earth adalah salah satu film yang jadi bukti kalau genre science-fiction tidaklah selalu harus dihiasi adegan aksi dan budget special FX jutaan dollar. Bahkan settingnya saja hanya di satu tempat, dengan total cast berjumlah 11 orang. Walau film ini dirilis di tahun 2007, namun entah kenapa feel-nya terasa seperti film tahun 1990-an, tepatnya seperti long-feature untuk produksi TV. Jerome Bixby sang penulis memang memiliki reputasi yang tidak main-main, yakni dikenal sebagai salah satu penulis utama original series Star Trek dan The Twilight Zone. Whew, that surely explains!

tmfe-group

Lanjutkan membaca The Man From Earth – review

Iklan

Source Code – review

Hadirnya Source Code di jajaran film tayang di bioskop merupakan angin segar di tengah tengah kisruh-tanpa-akhir Pemerintah vs MPAA. Setelah beberapa bulan para pecinta film mesti sengsara karena mengalami kemarau berkepanjangan, akhirnya ada pilihan yang cukup melegakan dahaga. Mendapat review sangat bagus dari teman teman sesama maniak film, tentunya tidak butuh waktu lama untuk akhirnya mampir ke bioskop terdekat untuk menonton film arahan sutradara Duncan Jones ini.

Letnan Steve Colter (Jake Gylenhall) tersadar dalam situasi yang absurd. Di tengah perjalanan dalam kereta, dengan wanita cantik bernama Christina (Michelle Monaghan) di hadapannya. Bingung, panik, serta mendapat pandangan aneh dari orang-orang di dalam kereta, Colter berupaya mengingat-ingat kronologis bagaimana ia, seorang pilot tempur yang sedang di dalam pertempuran di Afghanistan bisa terdampar kesitu. Hingga sekelebat bayangan di cermin  menambah rasa terkejutnya. Wajah yang ada disitu, bukanlah wajahnya. Belum lagi memecahkan misteri ini, tiba tiba ledakan hebat menghantam kereta yang mereka tumpangi. Gelap seketika.

Namun bukan kematian yang menjemput Colter, karena sekali lagi ia mesti tersadar di tempat yang sama sekali berbeda. Dalam sebuah ruang sempit semacam kapsul, tubuhnya terikat dan ada suara dari layar di depannya yang mencoba menyadarkannya. Goodwin (Vera Farmiga), wanita di dalam layar, pada akhirnya menjelaskan  bahwa Colter sudah dua bulan ada disitu, dan kejadian di kereta merupakan suatu simulasi sejenis time-traveling dimana Colter ditugaskan untuk kembali kesana dan menemukan pelaku bom yang telah menewaskan seluruh penumpang kereta menuju Chicago, dengan meminjam identitas Sean Fentress. Karena ledakan ini disinyalir merupakan awal dari rangkaian aksi teroris yang di masa depan sudah memiliki rencana susulan yang mengancam banyak jiwa. Masalahnya adalah, setiap kali dikirim kembali, waktu yang dimiliki Colter hanya 8 menit sebelum akhirnya kereta mengalami ledakan yang sama.

Bingung? well, tidak serumit itu kok. Formulanya merupakan campuran dari Inception + Memento + Triangle :D. Hanya saja, jika dalam Inception memanfaatkan medium mimpi, disini dikisahkan bahwa ada metode penemuan dari Dr. Rutledge (Jeffrey Wright) menggunakan fisika kuantum dan menghasilkan apa yang dinamakan ‘source code’, menghubungkan reaksi syaraf di otak dan membawanya menembus ingatan masa lalu selama kurun waktu tertentu. Dalam kasus ini, Steve Colter konon memiliki kesamaan struktur otak dan fisik dengan guru SMA Sean Fentress yang kebetulan menjadi salah satu korban dalam musibah ledakan kereta tersebut.

Selain penonton diajak untuk ikut tegang menyaksikan aksi Colter menginvestigasi setiap hal di sekelilingnya berulang-berulang  dalam tiap kunjungan singkatnya ke masa lalu, kita juga disajikan beberapa twist yang cukup mencengangkan. Antara lain, dimana sebenarnya lokasi kapsul Colter? Kenapa ia mesti terisolasi? Mengapa baik Goodwin dan Dr. Rutledge nampak enggan menjawab pertanyaaan pertanyaan Colter terkait misi dan kronologis semuanya?

Yep, Source Code sukses mengemas cerita science-fiction dengan ide yang tidak baru-namun tetap segar, alur yang memikat, kisah yang menyentuh serta performa akting yang mantap dari trio Gylenhall, Monaghan dan Farmiga. Namun dengan tidak membantah review bagus dari teman teman yang juga telah menyaksikan film ini, IMHO sayangnya ending yang semestinya bisa berakhir dengan ‘cantik’ mesti memaksakan beberapa sisipan klise romansa ala Hollywood. Well, i won’t spill it out though, why would i ruin your fun? :p

Oh iya, yang menarik ada cameo dari stand up comedian kelas wahid Russell Peters sebagai salah seorang penumpang kereta, yang kocaknya adalah diplot sebagai komedian yang sedang ikut audisi sana-sini 😀

So, for all the trouble of going back and forth to save the world, Source Code deserves 8/10 

Avatar – review

After my friends raving about the amazing-ness of this James Cameron’s ambitious 15 years-project, i went to watch this movie last weekend.

Jake Sully (Sam Worthington) is an ex-marine on a wheelchair, but it didn’t stop him to join the project Avatar on Pandora. Using hybrid body, human sync their mind into these big-blue inhabitant Pandora’s creatures called Na’vi, so that they could blend into the natives. There are two interests involved in Pandora: first, Dr. Grace (Sigourney Weaver) the scientist who eager to learn Na’vi culture and Parker Selfridge, the mining corporate asscociate who greedily wants to scrape Pandora’s rare resources. Jake, originally with Dr.Grace expedition team, has another mission from the military to infiltrate the Na’vi in order to move them out of the Tree they were lived in. According to the research, the rare resource concentrated on the heart of the tribe’s domicile.

Now this is where the story swift into a big pile of cliches. Jake fell in love with Neytiri (Zoe Saldana), the daughter of the Na’vi tribal. And the more he spent his time learning the Na’vi culture, the more he fits in. So when the corporate started to use military force on the natives, Jake facing a dilemma, whether he’d betrayed the Na’vi people or his own kind.

Overall, i give 5/10 for the story.  As i were always saying, the more they splurge on CGI, the less they spent on storytelling. Of course the plot is the human greediness. Of course the male lead would be ‘the chosen one”. Of course there would be love interest between the male lead & the tribe princess. And apparently James Cameron has a thing for reciprocate catch-phrase..hint Titanic: ‘You jump, I jump’;  Avatar: ‘I  see you, I see you’ :p

And 8/10 for the FX. Ok, before you sci-fi worshipper butchered me for not giving  a hoo-ha gratitude , this is purely my subjective opinion. I’m not that into 3D animation –a simple comparison, i’d prefer Burton’s make-up technique on Planet of The Apes.  So yeah, the fluoroscence jungle of Pandora is stunning, and technically the whole details are impeccable,..but what can i say? it’s just not my cup of tea :p. Because for me, the story is -however- the one that is most  essential. Watching Avatar is like a mix between the Matrix, Pocahontas, Lord of The Rings (the elvish language :p), Braveheart.

Let’s say Star Trek still attracts me more on the sci-fi departement ;). But if you’re looking for a mesmerizing full ride thrilling-fantasy, then Avatar is  here to entertain you :).

Jake Sully: Everything is backwards now, like out there is the true world and in here is the dream