Arsip Tag: paris

Midnight in Paris – review

Siapapun sudah familiar dengan kisah Cinderella. Dentang jam 12 malam adalah waktu keberuntungannya dimana ia bisa merasakan mimpinya menjadi kenyataan. Woody Allen sepertinya ingin mewujudkan keajaiban serupa bagi tokoh penulis ciptaannya yang diperankan Owen Wilson. Dan kota Paris mendapat kehormatan untuk meminjamkan percikan magisnya sebagai kota sejuta mimpi.

Gil is an aspiring writer. Setidaknya itulah cita-citanya, sementara untuk mencukupi hidup ia ‘terpaksa’ bekerja sebagai penulis naskah film Hollywood. Menghabiskan liburan di Paris bersama tunangannya Inez (Rachel McAdams), Gil begitu terkesan dengan romantika kota ini dan sempat berpikir untuk melepaskan semua kehidupan glamornya di Hollywood untuk menetap di Paris. Namun tentu saja sang tunangan, yang lebih memilih hidup berkecukupan, menentang ide tersebut.

Gil: I’m having trouble because I’m a Hollywood hack who never gave real literature a shot.

Lanjutkan membaca Midnight in Paris – review โ†’

An Education – review

Bersetting di Inggris era tahun 1960, ‘An Education’ bercerita mengenai Jenny Moller (Carey Mulligan), gadis cerdas berusia 16 tahun yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk Universitas Oxford. Cita-cita ini tidak lepas dari obsesi orangtuanya -khususnya ayahnya (Alfred Molina) yg cukup strict, dengan harapan Jenny akan menjadi wanita berpendidikan dan bertemu pria yg juga berpendidikan dan kaya untuk menjadi suaminya kelak. Seperti umumnya remaja lainnya, Jenny sesungguhnya lebih senang bermain cello, mendengarkan French music, tertarik akan seni dan budaya, pergi ke konser musik. Namun ia harus mengubur semua itu karena rutinitas sekolah dan belajar.

Pada suatu hari di tengah hujan, ia berkenalan dengan David (Peter Sarsgaard) yang menawarkannya tumpangan pulang. Di luar dugaan, walau pria tersebut usianya dua kali lebih tua di atas Jenny, namun tidak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk cepat akrab, apalagi wawasan David mengenai seni membuat Jenny terkesan. Hingga keesokan harinya David mengajaknya berkencan. Jenny sempat ragu karena tahu akan reaksi orangtuanya, namun ternyata bahkan David mampu ‘menyihir’ orang tua Jenny dengan kesimpatikannyaย  dan kepintarannya bercerita.

Maka dimulailah kehidupanย  yg selalu diidamkan Jenny. Mereka mulai berkencan mengunjungi pertunjukan musik, lelang seni, makan di restoran chic, bersama-sama sahabat sekaligus rekan bisnis David, pasangan Danny dan Helen. Bahkan dengan sedikit manipulasi, David berhasil mengantongi izin membawa Jenny road trip ke Oxford, bahkan ke Paris. Terbuai dengan hal ini, Jenny mulai berpikir untuk berhenti sekolah dan melupakan Oxford, apalagi David melamarnya saat di Paris. Orangtuanya yg semula menjunjung tinggi pendidikan pun sudah melunak, karena berpikir David adalah pria mapan yg dapat memberi puteri mereka kebahagiaan tanpa harus susah payah menembus Oxford.

Satu-satunya orang yg keberatan akan keputusan Jenny tersebut adalah guru sekolahnya, Ms. Stubbs.

Apakah keputusan Jenny tepat? Kenapa David selalu terkesan misterius jika ditanya mengenai pekerjaannya? Siapkah Jenny menikah di usia muda dan melupakan masa depannya untuk mengeyam pendidikan di bangku Oxford?

Film ini meraih banyak nominasi dan penghargaan di ajang-ajang bergengsi seperti Oscar, BAFTA, British Independent Award, Critics Choice Award, dll. Carey Mulligan menuai banyak pujian dan memperoleh predikat aktris terbaik di berbagai perhelatan atas akting naturalnya disini. Selain itu, bagian kostum dan make up juga patut diacungi jempol karena sukses menerjemahkan the swinging sixties; Carey seakan menjelma menjadi Audrey Hepburn. ;).

‘An Education’ merupakan gambaran mengenai pendewasaan dan pemberontakan pola pikir seorang remaja, di tengah-tengah konflik moral dan kultural terkait isu pentingnya pendidikan pada masa itu. Di satu sisi, agak miris melihat Jenny yg berdandan atau bertingkah sok dewasa saat ia mestinya hanyalah remaja biasa. Namun semangatnya dan rasa ingin tahunya akan dunia di luar sana pun tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Education yg tersirat disini juga bisa diartikan sebagai lesson, pembelajaran yg diperoleh melalui kehidupan nyata, hal-hal yg tentu tidak mereka ajarkan di sekolah. Pesan moral film ini antara lain ada kalanya kita tidak bisa memilah secara gamblang mengenai ‘pendidikan’ mana yg lebih kita butuhkan karena it’s not always about how we get there, but what we’re going to do with it after we’ve had it ๐Ÿ™‚. Sebuah dialog antara Jenny dan kepala sekolahnya yg mempertanyakan keputusan Jenny untuk berhenti sekolah bisa menjadi bahan renungan:

Headmistress: Nobody does anything worth doing without a degree.
Jenny
: Nobody does anything worth doing WITH a degree. No woman anyway.
Headmistress
: So what I do isn’t worth doing? Or what Miss Stubbs does, or Mrs. Wilson, or any of us here? Because none of us would be here without a degree. You do realize that, don’t you? And yes, of course studying is hard and boring…
Jenny
: Boring?
Headmistress
: I’m sorry?
Jenny
: Studying is hard and boring. Teaching is hard and boring. So, what you’re telling me is to be bored, and then bored, and finally bored again, but this time for the rest of my life? This whole stupid country is bored! There’s no life in it, or color, or fun! It’s probably just as well the Russians are going to drop a nuclear bomb on us any day now. So my choice is to do something hard and boring, or to marry my… Jew, and go to Paris and Rome and listen to jazz, and read, and eat good food in nice restaurants, and have fun! It’s not enough to educate us anymore Ms. Walters. You’ve got to tell us why you’re doing it.

Miss Stubbs: You seem to be old and wise.
Jenny
: I feel old. But not very wise.

Jenny: If you never do anything, you never become anyone.

8.5/10