Arsip Tag: food

[DESSERT] Homemade Ice Cream Mochi Delights

Hola! Jadi beberapa waktu lalu sebelum kiriman oven listrik saya datang, saya udah keburu ngebet mempraktekkan resep yang saya temukan dari internet 😄 Untuk yang baru masuk dapur pemula seperti saya, saya sih lebih senang mencoba membuat makanan/cemilan yang saya sukai terlebih dahulu, dalam kasus ini ice cream mochi. Saya sih memang belum mencicipi ice cream mochi dari banyak gerai, tapi saya suka sekali ice cream mochi yang ada di restoran Bon-Chon. Dan agak sebal karena porsinya cuma sekali lahap langsung habis 8)))
Resep untuk Ice Cream Mochi kali ini saya adopt dari The Squishy Monster. Ada video tutorialnya juga, jadi sangat membantu 🙂

Lanjutkan membaca [DESSERT] Homemade Ice Cream Mochi Delights

[FOOD] Say ‘Oui!’ to Bali’s Homemade Quiche: Ouiche.

Sebetulnya bisa mengenal Ouiche (@OuicheID) dari seliweran kicauan teman-teman linimasa Twitter. Ah, the power of buzzword these days 😀 Sesuai namanya, Ouiche ini menyediakan kudapan berupa Quiche (baca: kisy), makanan khas Perancis yang sering kita temui di gerai-gerai kopi ternama sebagai teman minum kopi atau teh. Sepintas orang akan mengenali teksturnya yang mirip dengan macaroni schotel hanya saja quiche ini bahan dasarnya berupa pastry. Singkatnya, pastry pie yang diisi dengan filling bercitarasa savory/asin, seperti keju, daging, sayuran.

Tentu saja terhadap penganan apapun yang melibatkan keju, saya ada di garis depan! Hahaha.

Yang membuat istimewa, quiche buatan Aditya Tirto Usodo (@rcdts), founder dari Ouiche ini, tidak menggunakan MSG, bahan pewarna ataupun  pengawet lainnya :D. Awalnya, Ouiche hanya menerima pesanan dari Bali dan sekitarnya, karena memang Adit sang koki berdomisili di pulau dewata. Namun karena kelezatan quichenya ‘terlanjur’ dikicaukan oleh banyak oknum di linimasa dan membuat khalayak penasaran, maka ia berbaik hati membuka jalur pesanan untuk kota-kota seperti Jakarta dan Bandung dengan sistem titipan kepada para ‘agen’ yang bolak-balik dari Bali ke dua kota tersebut 😀

20130309_134647

Varian quiches Ouiche yang tersedia sebagai berikut:

Savory Quiches:
1. Lorraine (Smoked Ham and Onion)
2. Sabine (Smoked Salmon, and Dill)
3. Camille (Smoked Chicken and Mushroom)

Vegetarian Quiches:
1. Madeleine (Cheddar, Feta, Edam Cheese)
2. Amelie (Tomato, Feta Cheese, and Spinach)
3. Odette (Youghurt, Cheese, Black Pepper)

Saya cukup beruntung sempat memesan untuk batch Maret, karena konon persaingannya cukup ketat, hahaha. Saya memesan 4 box dengan varian yang berbeda-beda (karena menurut teman-teman yang sudah pernah memesan, 2 box saja tidak cukup! XD). Saya memesan kombinasi Lorraine, Sabine, Camille, Madeleine dan Odette.

Dan akhirnya pagi ini saya meluncur ke Kemang untuk mengambil pesanan saya.

20130309_134818

The verdict? ENAK! Bahkan saya makan begitu saja tanpa menghangatkannya dulu di oven (maklum anak kos, dapurnya tidak segitu canggihnya :p) walaupun sebetulnya diinstruksikan demikian. Yang citarasanya paling unik bisa dibilang Sabine dengan salmonnya dan Odette dengan yogurtnya. Madeleine sih tentunya sudah tidak perlu ditanya, ‘surgawi’ bagi pecinta keju seperti saya 😀

20130309_110300

Bagi yang juga tergiur si mungil gurih dari Ouiche, cara pemesanannya cukup simpel.

1. Cek Twitter atau Facebook Page OuicheID supaya tahu kapan batch kiriman berikutnya akan dibuka

2. Ouiche hanya menerima pesanan dalam satuan box seharga Rp. 50,000 yang berisi 6 quiches sesuai pilihanmu. Jika batch pesanan sudah resmi dibuka, tinggal kirim e-mail ke ouicheid@gmail.com atau kontak via whatsapp ke 0838 738 633 89. Mention dulu ke @OuicheID juga boleh 😀

3. Transfer ke rekening yang sudah diinfokan

4. Tunggu konfirmasi tempat dan waktu kita ‘jemput’ quiche-quiche lezat itu ke para agen yang akan diinformasikan kemudian.

So, are you ready to be ouichified? 😀

mtf_eDCDx_217

Soul Kitchen (2009) – review

It’s Europe On Screen! Salah satu yg berkesempatan untuk ditonton adalah film drama komedi produksi Jerman  ‘Soul Kitchen’ arahan sutradara Fatih Akin. Konon untuk sekaliber Fatih Akin, genre ini termasuk mengejutkan karena biasanya ia selalu menyutradai film film yang bertemakan depresi dan ‘berat’ seperti ‘The Edge of Heaven’ (2007). Walaupun dia juga pernah mengisi salah satu segmen di ‘New York, I Love You’ (2009)

Anyway let’s get back to Soul Kitchen. Soul Kitchen adalah restoran sederhana di pinggiran kota Hamburg, Jerman milik chef Zinos Kazantsakis. Walaupun terletak di gudang tua dan hanya menyajikan menu junk food standar seperti hamburger, schnitzel, kentang goreng dan semacamnya, namun mengelola restoran adalah impian Zinos. Namun bagi Nadine, kekasihnya, impian itu terlampau kerdil hingga Nadine memutuskan untuk pergi ke Shanghai memenuhi karirnya sebagai reporter.

Di tengah kegalauannya karena hubungan jarak jauhnya dengan Nadine dan restorannya yang terancam tutup karena berbagai masalah, Zinos harus memutar otak dan memutuskan apakah ia akan menjual propertinya pada Neumann –teman lamanya, seorang pengusaha licik; untuk menyusul Nadine atau mempertahankan restorannya.

Semua kericuhan ini turut diramaikan oleh Illias, kakak Zinos –tahanan residivis yang sedang bebas bersyarat dan butuh pekerjaan, Shayn si koki baru yang idealis dan menolak memasak junk food, Lucia si pelayan jelita nan judes dan Sokrates kakek penggerutu yang hidup menumpang di Soul Kitchen.

Dari sepuluh menit pertama, Soul Kitchen sudah mengundang tawa karena begitu banyak kelakuan konyol dari Zinos :-D.  Sepanjang film penonton akan diajak menyaksikan jatuh bangun Zinos dalam mengelola Soul Kitchen, dari restoran kumuh menjadi salah satu tempat paling hip yang kemudian terancam tergusur lagi. Apalagi ketika Zinos mengalami cedera punggung yang mengakibatkan gerak gerik yang sangat kikuk. Dengan tema yang ringan, Soul Kitchen dijamin akan membuat terpingkal-pingkal lewat dialog-dialog serta chemistry antar tokoh yang amat pas. Aaaaand since it’s European, of course some of the jokes will consist of  sex and nudity, so don’t watch it on the living room with your family, guys 😉

Personally i think the completion of Zinos’s insistent miseries is too simple, but it doesn’t reduce the whole fun-rollercoaster ride :-). Soul Kitchen is definitely worth the laugh!. Tokoh favorit? tentu saja si koki Shyan yang  galak serta mahir mengolah junk food menjadi hidangan a la carte sesuai idealismenya. Totally hilarious !!!

Check out the trailer:


Julie & Julia – review

Ah! Nora Ephron is officially my heroine. She’s responsible for the mother-of-all-romantic comedy ‘When Harry Met Sally’, also ‘You’ve Got Mail’ & ‘Sleepless In Seattle’. Invincible! x) Selain itu, gw juga suka adaptasi bebasnya terhadap ‘Bewitched’. Ciri khas Nora adalah sentuhan femininnya yg sangat terasa di setiap filmnya.

Kali ini adalah Julie & Julia, kisah yg didasari memoir nyata dua wanita yg hidup di zaman berbeda. Yeah, it reminds us of ‘The Hours’, but in a  less depressing way ;). Julia Child (an outstanding performance by Meryl Streep) adalah istri seorang diplomat (Stanley Tucci) yg hidup pada akhir tahun  1940an. Merasa jenuh dengan kesehariannya di Paris dimana suaminya Paul ditempatkan, Julia menemukan panggilan jiwanya saat ia memutuskan untuk mengikuti kursus memasak di Cordon Bleu. Berpindah ke tahun 2002, Julie Powell (Amy Adams), wanita usia 30-an, baru saja pindah ke kawasan Queens dengan suaminya, bekerja di pemerintahan dan merasa hampa dengan hidupnya. Passionnya adalah memasak, dan ia amat mengidolakan buku masak Julia Child ‘Mastering the Art of French Cooking’. Saat suaminya meyakinkan dia untuk memulai blognya sendiri, mulailah Julie dengan proyek kecilnya: mempraktekkan 524 resep Julia Child dalam 365 hari.  Dimulailah kisah dua orang wanita ini dalam menemukan arti hidup mereka melalui satu benang merah: memasak.

All hails go to Meryl Streep, aktris veteran yang selalu membuktikan kualitas aktingnya tanpa tanggung tanggung. Setelah memukau sebagai Miranda Priestley, disini ia tampil amat sangat meyakinkan sebagai a mid-age devoted wife, where the gestures & accents are both impeccable, woman! :D. Tidak heran Golden Globe Best Performance by an Actress in a Motion Picture berhasil diboyong, walaupun Oscar hanya berhasil sampai jadi nominee.

Disini juga menjadi ajang reuni Streep dengan Stanley Tucci (The Devil Wears Prada) dan Amy Adams (Doubt). Amy Adams bermain cukup apik,  sekilas disini mirip dengan Ellen Page, versi lebih dewasa hehehe. Kisahnya sendiri inspiratif, dimana diperlihatkan sebelumnya Julia sendiri ‘buta’ akan dunia publishing, dan Julie adalah newbie dalam dunia blog. Berbagai hambatan tentu mereka temui sepanjang perjalanan, antara lain Julia yg harus tahan berkali-kali ditolak penerbit karena bukunya dianggap terlalu tebal, belum lagi pekerjaan suaminya yg terus berpindah-pindah sedikit banyak menghambat kelancaran penyelesaian bukunya. Julie sendiri mesti berkutat dengan pekerjaan tetapnya yg menyebalkan, ketidakpuasannya akan lingkungan tempat tinggalnya, serta perasaan rendah dirinya karena tidak pernah sanggup menyelesaikan apapun sampai tuntas.

The greatest thing is, both of them have the most supportive husbands :). At least gw tidak merasakan kekesalan seperti saat menonton The Freedom Writers — u know, that selfish husband part by Patrick Dempsey hehehehehe :p

I give Julie & Julia 8 /10

and of course, prepare yourself for the indulgence drool over the food 😉

This movie makes me want to be a housewife and learn how to cook. *wait, i didn’t just said that, did i?* wkwkwk

Paul Child: [to Julia] You are the butter to my bread, you are the breath to my life.