Arsip Tag: fairy tale

Rapunzel – review

Setelah The Princess & The Frog yang sukses di awal tahun, Disney rupanya  kembali menunjukkan how to make magic happens once again, as they always did 😀  Kali ini kisah yang diangkat yakni adaptasi bebas dari dongeng klasik Rapunzel. Mungkin sebagian besar sudah akrab dengan dongeng karya Grimm bersaudara ini, namun tentu saja Disney meraciknya sedemikian rupa dengan sentuhan khas-nya –elemen musikal dan komedi. Maka jadilah sebuah kisah yang memikat, heart-warming and magical! 😀


Di sebuah kerajaan dimana seluruh warganya sedang menanti kelahiran sang pewaris tahta, sang Ratu tiba-tiba terserang penyakit yang belum diketahui obatnya. Panik, Raja mengutus seluruh pasukannya untuk mencari keajaiban, demi kesembuhan istri dan anak yang ada di kandungannya. Singkat kata, akhirnya mukjizat kesembuhan tersebut ditemukan dalam sekuncup bunga yang ada di tepi tebing.  Sementara seluruh negeri sedang bersukacita karena kesembuhan sang Ratu dan kelahiran puterinya yang cantik, diam-diam seorang penyihir bernama Mother Grothel murka, karena bunga tersebut merupakan satu-satunya alat agar ia tetap awet muda. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menculik sang puteri yang diduga mewarisi keajaiban dari bunga tersebut. Tinggal menyepi di menara di tengah hutan, Mother Grothel membesarkan sang bayi yang diberi nama Rapunzel itu seperti putrinya sendiri.

Tahun demi tahun berlalu, Rapunzel sudah tumbuh remaja. Menghabiskan seluruh hidupnya di dalam menara, satu-satunya hiburannya adalah sahabat setianya Pascal, seekor bunglon; serta gugusan lampion yang memenuhi angkasa setiap hari ulang tahunnya –dimana sebenarnya itu adalah seremonial kerajaan, memperingati hari hilangnya sang Puteri. Hampir putus asa karena Mother Grothel selalu mengabaikan keinginannya untuk pergi keluar menara,  Rapunzel menemukan harapan saat Flynn Ryder, seorang bandit yang dalam pelarian tidak sengaja terdampar di menaranya. Dengan sedikit trik ia berhasil memaksa Flynn untuk membawanya pergi.

Rapunzel: Something brought you here, Flynn Rider. Call it what you will… Fate… Destiny…
Flynn Rider: A horse?

Maka dimulailah petualangan Rapunzel menapaki dunia luar bersama Flynn –tanpa sepengetahuan Mother Grothel, tentunya. Tujuannya? melihat gugusan lampion yang selama ini hanya bisa Rapunzel kagumi dari jendela menara.

Rapunzel: I can’t believe I did this. *I can’t believe I did this!* Mother would be so furious. That’s OK though, I mean what she doesn’t know won’t kill her. Oh my gosh. This would kill her. *This is so fun!* I, am a horrible daughter. I’m going back. *I am never going back!* I am a despicable human being. *Woo-hoo! Best. Day. Ever!*
[Sobs]

You have to watch the rest of it, because what’s happen next is pure magic! 😀 Tentu yang paling dinanti adalah alunan musikal khas Disney oleh sang maestro Alan Menken. Karya-karyanya memang tidak terbantahkan, sebagaimana sudah dibuktikan di film-film Disney sebelumnya: Little Mermaid, Aladdin, Beauty & The Beast, yang komposisi musikalnya begitu kuat tertanam di ingatan kita. The music from The Little Mermaid was my favorite! 😀

Tidak lupa, pengisi suara untuk Rapunzel sendiri adalah penyanyi pop Mandy Moore; bahkan Ron Perlman ternyata sumbang suara juga sebagai Stabbington Brother 😀

Rapunzel: [Sung] I could go running/ and racing/ and dancing/ and chasing/ and leaping/ and bounding/ hair flying/ heart pounding/ and splashing/ and reeling/ and finally feeling/ now’s when my life begins!

Chameleon is goin to be BIG in 2011 😀

Dan bukan Disney namanya jika tidak menghadirkan tokoh-tokoh sidekicks yang menjadi scene-stealer. Pascal si bunglon yang tidak memiliki dialog tapi hanya dengan mimik mukanya saja sudah menggemaskan. Tidak lupa Maximus, kuda kerajaan yang bertingkah lebih mirip anjing pelacak dan selalu berseteru dengan Flynn.

Tokoh tokoh lain yang juga terlibat antara lain Stabinggton Brother, dua pencuri yang memiliki dendam pada Flynn; serta sekelompok  preman yang Rapunzel dan Flynn temui di sebuah bar. Di balik kegaharan mereka, siapa yang sangka tersimpan berbagai bakat dan ‘impian’ yang konyol dan jenaka 😀

Detail dari grafis yang ditampilkan pun betul betul memanjakan mata. Mulai dari luwesnya rambut Rapunzel yang tergerai, rumput dan alam sekitar, hingga adegan kejar-kejaran yang melibatkan jebolnya tanggul air betul betul terlihat nyata and breathtaking!. Namun tentu adegan yang paling indah adalah saat ribuan lampion terbang di atas pantulan sungai. Now if that doesn’t define romantic, i dont know what does 🙂

Disney. Never fails! 8.5/10

The Imaginarium of Dr. Parnassus – review

This is the very last work of the late-talented young actor Heath Ledger. Sesuai dengan tema magis dalam film ini, sungguh surreal rasanya melihat sosok hidupnya disini :).

Terry Gilliam, sutradara yg dikenal dengan sentuhan surealisnya mengangkat kisah Dr. Parnassus (Christopher Plummer) dan dunia imajinasinya yg mengagumkan. Melalui teater keliling  bersama putrinya Valentina (Lily Cole), dan kedua asisten setianya Anton & Percy, mereka menawarkan pengalaman menelusuri impian secara kasat mata bagi para sukarelawan yg berminat.  Sayangnya bisnis mereka ini tidak dapat dikatakan sukses karena orang cenderung tidak mengacuhkan mereka. Dr. Parnassus sesungguhnya immortal, keabadian ini ia peroleh lewat taruhan ribuan tahun yg lalu yg dimenangkannya dari the Devil himself, Mr. Nick (Tom Waits).  Namun bukan setan namanya jika tidak licik, Mr. Nick memiliki rencananya sendiri..khususnya untuk Valentina.

Rupanya, Dr. Parnassus melakukan dua kali taruhan. Kesepakatan kedua dilakukan saat ia menukar keabadiannya dengan ‘youth‘ demi mendapatkan cinta ibu Valentina saat itu, dengan imbalan jika ia memiliki anak di kemudian hari, harus diserahkan pada Mr. Nick jika usianya sudah mencapai 16 tahun. Maka itulah Dr. Parnassus mulai kalang kabut karena ulang tahun Valentina yg ke -16 hanya tinggal hitungan hari.Tentu saja putrinya tidak tahu menahu mengenai hal ini.

Di tengah-tengah kepanikan tersebut, tiba-tiba Tony (Heath Ledger, Johnny Depp, Jude Law, Collin Farrell) muncul dalam kehidupan mereka. Pria yg mengaku amnesia ini diselamatkan Anton saat ditemukan tergantung di  bawah jembatan. Dr. Parnassus percaya bahwa Tony ‘dikirim’ pada mereka untuk mengeluarkan mereka dari jerat muslihat Mr. Nick. Sejak kehadiran Tony yg tampan dan pintar bicara, teater mereka mulai didatangi banyak pengunjung. Karena Mr. Nick sempat merubah kesepakatan yakni siapapun yg berhasil mengoleksi 5 jiwa terlebih dahulu akan memperolehValentina, tentu ini kabar gembira bagi Dr. Parnassus. Kurang lebih aturan mainnya seperti ini: Siapapun yg masuk ke  dunia imaginariumnya, pada akhir perjalanan akan menghadapi dua jalan yg mesti dipilih. Jika memilih jalan yg benar, jiwanya bebas. Jika salah, maka sang setan sudah menunggu untuk mengambil ‘hak’nya.

Apakah Tony betul-betul sang penyelamat seperti yg diperkirakan Dr. Parnassus? Lalu kenapa Anton merasa ada yg janggal dengan masa lalu yg selalu ditutup-tutupi Tony? Mungkinkah ia hanyalah jebakan dari Mr.Nick? Berhasilkah mereka membebaskan Valentina? Kurang lebih begitulah pertanyaan pertanyaan yg membentuk plot dari The Imaginarium of Dr. Parnassus 😀

Di luar dugaan, jalan cerita film ini tidak serumit yg diperkirakan (karena Terry Gilliam terkenal akan absurditasnya) –which is of course, a good thing :p . Alasan utama menyaksikan film ini tentu karena ingin memanjakan mata dengan efek visualnya. Dan memang terbayar, karena 10 menit pertama sudah sangat amat mencengangkan :D.  Sayang sekali tidak sempat menyaksikan film ini di bioskop karena efek euphoria visualnya akan sangat berlipat ganda :D. Lily Cole, walaupun basic-nya adalah seorang model- rupanya dapat berakting dengan baik, dan wajah pixie-nya sangat cocok untuk dikasting dalam kisah penuh keajaiban seperti ini.  Untuk cerita dan alur, i’ll give 7/10. But of course my highest appreciation 9/10 goes to the enchanting visual :D.

Dr. Parnassus: [Has just seen the Devil] He’s come to collect.
[after a pause]
Dr. Parnassus: He’s early.

Tony: Can you put a price on your dreams?


Tony: If Doctor Parnassus can really control people’s mind, why isn’t he ruling the world,then? Eh? Why bother with this little… side show?
Anton: ‘Side show’? He don’t… he don’t want to rule the world. He wants the world to rule itself!

The Princess & The Frog – review

The most anticipated animation! at least for me, because i’m such a huge fan of Disney’s classic 2D musical tale 🙂 While i thought this is the classic adaptation of the tale, the story take us  way back to the 1920s Southern Jazz-age New Orleans. Tiana (Anika Noni Rose, from Dreamgirls :D) is an energetic young girl, determined to fulfilling her late father’s dream: opening a restaurant of their own. Working hard, saving,  and almost doesn’t have time for herself, Tiana had her eyes on the old property on the market which would be perfect to be her future diner.

Meanwhile, the city is in festive season of Mardi Gras, and beehiving about the arrival of the charismatic fun-loving Prince Naveen of  far-off country Maldonia. Noone knows he actually had his allowance cut off and simply looking for a girl from a wealthy family to be married with. From the dark side of the town, Dr. Facilier or well known as Shadow Man the magician-slash-voodoo sorcerer sniffing an opportunity of using Prince Naveen on his own interests. Shortly, he turns the Prince into a frog, while put the Prince’s greedy aide – Lawrence, into Prince’s body.

Later that night,  Eli ‘Big Daddy’ La Bouff -the richest man of town threw a big party at his mansion. Tiana’s childhood friend -Charlotte Lebouff asked her to cater the party. Being a hopelessly romantic and obsessed by fairy tale, Charlotte expect the ‘Prince’ to come.  After several incidents at the party, Tiana finds out that her dream-property is about to go off the market. When she snuck out of the party to feel all gloomy about it, she met this frog on the balcony. And suddenly, it talks.

As the shrieks stop, the adventure begins. When the frog convinced her it’s a real Prince Naveen, and according to the classic tale she must kissed him to turn him back into human, imagine the catastrophy when Tiana also turned into a frog by the kiss! :))

Princess Tiana: Just one kiss?
Prince Naveen: Just one, unless you beg for more.
[licks lips]

I should stop right here. You should take the whole fun ride yourself 😉 Hail to Ron Clements and John Musker, these two ‘guilty as charge’ for bringing Disney’s magical touch back to its best. Previously directing Little Mermaid, Aladdin, and Hercules, you’ll find the exact nostalgic feeling. Add Randy Newman to do the music and voila! Disney’s tasty heartwarming dish for all! 🙂 The timeless story, the lovable characters (Ray the lovesick fireflies and Louis the jazzy-alligator), the musical magic (they pick New Orleans for a reason. Swing, swing, jazz all the way!), this movie will make you laugh hard and drown you in tears. Old school southern style never been this amusing! 9/10

Princess Tiana: I am not going to kiss a frog and eat a bug in one day!

Fun facts:

Jennifer Hudson, Tyra Banks & Alicia Keys were all considered for the Tiana’s role. Keys and Banks personally lobbied the studio for the part. But it was Hudson’s co-star on Dreamgirls, Anika Noni Rose who scores the part.

Louis, the trumpet playing alligator was named after the great jazz legend Louis Armstrong, as an honor

Michael-Leon Wooley did Louis’s voice over. He was also featured on Dreamgirls as Tiny Joe Dixon.