Arsip Tag: cooking

Soul Kitchen (2009) – review

It’s Europe On Screen! Salah satu yg berkesempatan untuk ditonton adalah film drama komedi produksi Jerman  ‘Soul Kitchen’ arahan sutradara Fatih Akin. Konon untuk sekaliber Fatih Akin, genre ini termasuk mengejutkan karena biasanya ia selalu menyutradai film film yang bertemakan depresi dan ‘berat’ seperti ‘The Edge of Heaven’ (2007). Walaupun dia juga pernah mengisi salah satu segmen di ‘New York, I Love You’ (2009)

Anyway let’s get back to Soul Kitchen. Soul Kitchen adalah restoran sederhana di pinggiran kota Hamburg, Jerman milik chef Zinos Kazantsakis. Walaupun terletak di gudang tua dan hanya menyajikan menu junk food standar seperti hamburger, schnitzel, kentang goreng dan semacamnya, namun mengelola restoran adalah impian Zinos. Namun bagi Nadine, kekasihnya, impian itu terlampau kerdil hingga Nadine memutuskan untuk pergi ke Shanghai memenuhi karirnya sebagai reporter.

Di tengah kegalauannya karena hubungan jarak jauhnya dengan Nadine dan restorannya yang terancam tutup karena berbagai masalah, Zinos harus memutar otak dan memutuskan apakah ia akan menjual propertinya pada Neumann –teman lamanya, seorang pengusaha licik; untuk menyusul Nadine atau mempertahankan restorannya.

Semua kericuhan ini turut diramaikan oleh Illias, kakak Zinos –tahanan residivis yang sedang bebas bersyarat dan butuh pekerjaan, Shayn si koki baru yang idealis dan menolak memasak junk food, Lucia si pelayan jelita nan judes dan Sokrates kakek penggerutu yang hidup menumpang di Soul Kitchen.

Dari sepuluh menit pertama, Soul Kitchen sudah mengundang tawa karena begitu banyak kelakuan konyol dari Zinos :-D.  Sepanjang film penonton akan diajak menyaksikan jatuh bangun Zinos dalam mengelola Soul Kitchen, dari restoran kumuh menjadi salah satu tempat paling hip yang kemudian terancam tergusur lagi. Apalagi ketika Zinos mengalami cedera punggung yang mengakibatkan gerak gerik yang sangat kikuk. Dengan tema yang ringan, Soul Kitchen dijamin akan membuat terpingkal-pingkal lewat dialog-dialog serta chemistry antar tokoh yang amat pas. Aaaaand since it’s European, of course some of the jokes will consist of  sex and nudity, so don’t watch it on the living room with your family, guys 😉

Personally i think the completion of Zinos’s insistent miseries is too simple, but it doesn’t reduce the whole fun-rollercoaster ride :-). Soul Kitchen is definitely worth the laugh!. Tokoh favorit? tentu saja si koki Shyan yang  galak serta mahir mengolah junk food menjadi hidangan a la carte sesuai idealismenya. Totally hilarious !!!

Check out the trailer:


Julie & Julia – review

Ah! Nora Ephron is officially my heroine. She’s responsible for the mother-of-all-romantic comedy ‘When Harry Met Sally’, also ‘You’ve Got Mail’ & ‘Sleepless In Seattle’. Invincible! x) Selain itu, gw juga suka adaptasi bebasnya terhadap ‘Bewitched’. Ciri khas Nora adalah sentuhan femininnya yg sangat terasa di setiap filmnya.

Kali ini adalah Julie & Julia, kisah yg didasari memoir nyata dua wanita yg hidup di zaman berbeda. Yeah, it reminds us of ‘The Hours’, but in a  less depressing way ;). Julia Child (an outstanding performance by Meryl Streep) adalah istri seorang diplomat (Stanley Tucci) yg hidup pada akhir tahun  1940an. Merasa jenuh dengan kesehariannya di Paris dimana suaminya Paul ditempatkan, Julia menemukan panggilan jiwanya saat ia memutuskan untuk mengikuti kursus memasak di Cordon Bleu. Berpindah ke tahun 2002, Julie Powell (Amy Adams), wanita usia 30-an, baru saja pindah ke kawasan Queens dengan suaminya, bekerja di pemerintahan dan merasa hampa dengan hidupnya. Passionnya adalah memasak, dan ia amat mengidolakan buku masak Julia Child ‘Mastering the Art of French Cooking’. Saat suaminya meyakinkan dia untuk memulai blognya sendiri, mulailah Julie dengan proyek kecilnya: mempraktekkan 524 resep Julia Child dalam 365 hari.  Dimulailah kisah dua orang wanita ini dalam menemukan arti hidup mereka melalui satu benang merah: memasak.

All hails go to Meryl Streep, aktris veteran yang selalu membuktikan kualitas aktingnya tanpa tanggung tanggung. Setelah memukau sebagai Miranda Priestley, disini ia tampil amat sangat meyakinkan sebagai a mid-age devoted wife, where the gestures & accents are both impeccable, woman! :D. Tidak heran Golden Globe Best Performance by an Actress in a Motion Picture berhasil diboyong, walaupun Oscar hanya berhasil sampai jadi nominee.

Disini juga menjadi ajang reuni Streep dengan Stanley Tucci (The Devil Wears Prada) dan Amy Adams (Doubt). Amy Adams bermain cukup apik,  sekilas disini mirip dengan Ellen Page, versi lebih dewasa hehehe. Kisahnya sendiri inspiratif, dimana diperlihatkan sebelumnya Julia sendiri ‘buta’ akan dunia publishing, dan Julie adalah newbie dalam dunia blog. Berbagai hambatan tentu mereka temui sepanjang perjalanan, antara lain Julia yg harus tahan berkali-kali ditolak penerbit karena bukunya dianggap terlalu tebal, belum lagi pekerjaan suaminya yg terus berpindah-pindah sedikit banyak menghambat kelancaran penyelesaian bukunya. Julie sendiri mesti berkutat dengan pekerjaan tetapnya yg menyebalkan, ketidakpuasannya akan lingkungan tempat tinggalnya, serta perasaan rendah dirinya karena tidak pernah sanggup menyelesaikan apapun sampai tuntas.

The greatest thing is, both of them have the most supportive husbands :). At least gw tidak merasakan kekesalan seperti saat menonton The Freedom Writers — u know, that selfish husband part by Patrick Dempsey hehehehehe :p

I give Julie & Julia 8 /10

and of course, prepare yourself for the indulgence drool over the food 😉

This movie makes me want to be a housewife and learn how to cook. *wait, i didn’t just said that, did i?* wkwkwk

Paul Child: [to Julia] You are the butter to my bread, you are the breath to my life.