Arsip Tag: comic-adaptation

Scott Pilgrim vs The World -review

FINALLY i get to see this movie after all those hype from early this year. Film yang diangkat dari graphic novel ciptaan Bryan Lee O’ Malley ini pertama kali ditayangkan pada secret-screening di event tahunan bergengsi para pecinta komik Comic Con di San Diego bulan Juli lalu, dan tentu saja mendapat sambutan positif

Scott Pilgrim: We are Sex Bob-Omb and we are here to make you think about death and get sad and stuff.

Michael Cera, seperti peran tipikal dia sebelumnya berperan sebagai geeky-guitarist Scott Pilgrim yang tergabung ke dalam band The Sex-B0b-Omb bersama sahabat-sahabatnya; Stephen Stills, Kim dan Young Neil. Pemuda tanggung 22 tahun ini dikisahkan masih belum bisa melupakan mantan pacarnya Natalie alias Envy Adams yang telah bergabung dengan band populer The Clash at Demonhead. Akhirnya ia bergonta ganti pacar termasuk dengan siswi SMU –Knievel Chau (Ellen Wong) yang sangat mengidolakan The Sex-Bob-omb. Sampai suatu ketika ia berjumpa dengan Ramona Flowers (Mary Elizabeth Winstead), gadis cuek yang eksentrik dan sering ia jumpai dalam mimpi. Scott jatuh cinta seketika dan mulai mengejar-ngejar Ramona walaupun sudah diperingatkan oleh adik perempuannya Stacey (Anna Kendrick) dan teman sekamarnya yang sarkastis dan gay –Wallace (Kieran Culkin).

Dan benar saja, tiba-tiba Scott mendapat serangan dari pria yang mengaku mantan pacar Ramona. Ternyata Ramona memiliki tujuh evil exes dan Scott ditantang untuk mengalahkan mereka semua jika ingin mendekati Ramona.

Scott Pilgrim: Wait! We’re fighting over Ramona?
Matthew Patel: Didn’t you get my email explaining the situation?
Scott Pilgrim: I skimmed it.
Wallace Wells: [shaking head] Mm-mm.
Matthew Patel: You will pay for your insolence!

Stacey Pilgrim: Next time, we don’t date the girl with eleven evil ex-boyfriends.
Scott Pilgrim: It’s seven.
Stacey Pilgrim: Oh, well, that’s not that bad.

‘An Epic of Epic Epicness’, tagline yang tercantum pada poster film ini bukan main-main. Visualisasi Scott Pilgrim Vs The World dibuat sedemikian rupa dengan melibatkan banyak elemen komikal dan video game dengan editing yang  sangat fast-paced. Edgar Wright, sang sutradara, sebelumnya memang sudah memiliki track record yang mengesankan terkait film komedi,  both of them are my favorites:  ‘Shaun of The Dead’ dan ‘Hot Fuzz’ 😀 jadi tidak heran jika formula hiperbola maksimal ala Edgar sekali lagi sukses mengundang tawa maksimal :D. Hal ini juga didukung oleh karakter-karakter konyol seperti Chris Evans dan Brandon Routh yang juga menjadi dua di antara evil exes Ramona. Bahkan ada yang berkelakar kalau peran Brandon Routh disini lebih signifikan daripada perannya sebagai Superman 😀

Sayangnya, walaupun sambutan di Comic Con cukup meriah, namun tidak demikian di Box Office –film ini justru mengalami flop. Beberapa opini mengatakan konsep film ini tidak untuk semua orang, misalnya saja tema teknologi Nintendo di sepanjang film –tidak terlalu dikenal oleh generasi sekarang. Bahkan ada yang menyebutkan orang-orang agak sedikit muak melihat Michael Cera selalu memainkan stereotipe yang sama.

Beberapa artikel menarik mengenai kegagalan Scott Pilgrim vs. The World bisa dilihat di link berikut:

http://www.cinemablend.com/new/Box-Office-Bob-omb-5-Reasons-Scott-Pilgrim-Vs-The-World-Failed-To-Find-An-Audience-20168.html

http://www.craveonline.com/entertainment/film/article/top-ten-reasons-scott-pilgrim-flopped-at-the-box-office-109639

Di luar dari kegagalan tersebut, for me personally Scott Pilgrim vs The World is the B O M B !!  I mean, to have Scott kickin those seven evil exes asses; and when he did, those exes turn into coins just like video game!!  Hilarious. Luckily i grew up during Nintendo era so i get most of the gimmick and the jokes.

Scott Pilgrim vs The World, the ultimate farcical-craziness, like, 8-bit crazy! 😀

9/10

Scott Pilgrim: You’re pretentious, this club sucks, I have beef. Let’s do it.

Iklan

Watchmen – review

WARNING: This is not recommended for popcorn moviegoers who prefer your hero swinging in tights bashing up some bad guys – plain good vs. evil with extravagant spc FX and happy ending.
Alan Moore is god and Zack Snyder is the prophet, i’m tellin ya..x) if you’re not into Moore’s work such as ‘V For Vendetta’ or ‘From Hell’, then this is definitely NOT for you.
Berlatar belakang Amerika tahun 1985 dimana situasi politik sedang tidak menentu karena ancaman perang nuklir US-soviet, kisah Watchmen dibuka dengan adegan pembunuhan brutal The Comedian aka Eddie Blake, veteran superhero. Rorschach, rekan sesama superhero menginvestigasi kasus tersebut untuk menemukan kecurigaan akan adanya konspirasi pembunuhan para superheroes. Mulailah ia memperingati rekan-rekannya: Nite Owl II aka Daniel, ahli fisika Dr. Manhattan aka Jon bersama kekasihnya Silk Spectre II aka Laurie, dan jutawan muda Ozymandias aka Adrian.

Dr. Manhattan sendiri adalah satu-satunya yg memiliki kekuatan super, hingga disebut ‘the indestructible’ dan menjadi ujung tombak US dalam menghadapi ancaman perang nuklir. Sedangkan Adrian sudah lama membuka kedoknya sebagai superhero dan sebagai manusia paling cerdas di dunia, kini ia telah memiliki kerajaan bisnis multibiliuner, juga sedang mengerjakan suatu proyek pemerintah bersama Dr. Manhattan. Daniel dan Laurie pun pensiun dan memilih menjalani hidup normal.
Namun tragedi yg menimpa The Comedian dan fakta bahwa Rorshach telah dijebak untuk dituduh sebagai pembunuh, memaksa mereka untuk bekerja sama menguak misteri yg menyelubungi konspirasi ini. Apa motif di balik semua ini? Apakah ada hubungannya dengan keterlibatan mereka dalam perang dingin? Bagaimana mereka mencegah ‘Doomsday Clock’ yg kian mendekat?

Gaya penceritaan Nolan dengan The Dark Knightnya, telah membuka jalan untuk sudut pandang baru adaptasi komik ke layar lebar. Walaupun Watchmen memang berangkat dari graphic novel, bukan komik pada umumnya, sehingga aroma noir dan satir sebagaimana graphic novel yg sebelumnya telah terlebih dulu difilmkan – Sin City, memang lebih pekat.
Watchmen lebih menyoroti superheroes dari sisi humanis secara utuh, bukan sekadar sisi protagonis ataupun antagonis semata namun kompleksitas grey area. Semisal The Comedian digambarkan sebagai sebagai seorang bajingan, emosional dan sinis pada sifat asli manusia namun justru dibunuh karena ia menentang rencana extinction umat manusia. Rorschach mungkin detektif yg merciless namun ia memegang teguh prinsipnya hingga detik akhir ajalnya. Jika ditelusuri latar belakangnya kehidupannya yg tragis, sungguh unik ia berakhir sebagai ‘the good guy’. Dr. Manhattan mungkin memiliki kekuatan tak terbatas, namun hal itu pun tidak mampu menyelamatkan hubungannya dengan Laurie yg meninggalkannya, karena Laurie merasa Jon sudah tidak lagi memiliki emosi sewajarnya manusia normal. Sedangkan Adrian memiliki ambisi pribadi untuk menaklukkan dunia yg dikungkung isu-isu seperti keterbatasan bahan bakar, ketakutan akan perang,dll. Demi keberlangsungan manusia atau demi ego intelegensianya semata, hanya Tuhan yg tahu.

Watchmen menyajikan karakter-karakter riil dengan cerita yg dibalut filosofi politik, serta dialog-dialog yang sangat kental dengan unsur ironi dan sarkasme. Dua tokoh yg sangat menonjol disini adalah Rorschach sebagai narator, yg diperankan dengan sangat apik oleh Jackie Earle Haley; serta The Comedian (Jeffrey Dean Morgan, sebelumnya bermain bersama Uma Thurman dalam ‘The Accidental Husband’..yup. Even i’m surprised it was him! xD ) yg walaupun di’matikan’ sejak awal namun melalui flashback, karakternya meninggalkan kesan yg sangat kuat. Alan Moore pun nampaknya senang sekali mengangkat tema anarkis dalam setiap ceritanya (V For Vendetta – aksi terorisme V yg merupakan simbol pemberontakan, From Hell – aksi pembunuhan Jack The Ripper terhadap pelacur-pelacur yg dinilai ‘mengotori’ dunia), begitu pula dengan Watchmen. (Which part? figure it out yourself, wouldn’t want any spoiler, did ya? ;p)

well, end of story, for those of you despise Watchmen for not being typically ‘superheroes movie’, you can crawl back to your lollipopheroes & SUCK IT!!!
because Watchmen fukkin’ rules!! :p

memorable quotes (among SO MANY, these quotes from IMDB are all i have :p):

The Comedian:  God damn I love working on American soil, Dan. Ain’t had this much fun since Woodward and Bernstein. Congress is pushing through some new bill that’s gonna outlaw masks. Our days are numbered. Till then it’s like you always say, we’re society’s only protection.
Nite Owl II: From what?
The Comedian: You kidding me? From themselves.

Rorschach: You see, Doctor, God didn’t kill that little girl. Fate didn’t butcher her and destiny didn’t feed her to those dogs. If God saw what any of us did that night he didn’t seem to mind. From then on I knew… God doesn’t make the world this way. We do.

The Comedian: Once you realize what a joke everything is, being the Comedian is the only thing that makes sense.

Janet Black: Doctor Manhattan as you know the Doomsday Clock is a symbolic clock face analogizing humankind’s proximity to extinction, midnight representing the threat of nuclear war. As of now it stands at four minutes to midnight. Would you agree that we are that close to annihilation?
Dr. Manhattan: My father was a watch maker. He abandoned it when Einstein discovered time is relative. I would only agree that a symbolic clock is as nourishing to the intellect as photograph of oxygen to a drowning man.

Rorschach: None of you understand. I’m not locked up in here with you. You’re locked up in here with me.

Dr. Manhattan: In my opinion, the existence of life is a highly overrated phenomenon.