Sights of Sydney #AussieTrip (part 1)

This might be long overdue, but writing a blog during post holiday blues is really a challenge, isn’t it? :)) So anyway, selain #SporeTrip saya awal tahun ini, jatah Personal Development Fund (PDF) dari kantor juga saya gunakan untuk membeli tiket PP ke Sydney, Australia. Karena salah satu syarat PDF untuk traveling adalah mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, maka kali ini saya menggunakan kesempatan ini untuk plesir perdana ke Australia! 😀 Alasan lainnya adalah:
1) Konser John Mayer di Allphones Arena-Sydney, 26 April. Ini gara-gara @KartuPos merilis paket murmer yang langsung bikin kalap :)))
2) Mengunjungi sahabat saya semasa kuliah yang sedang bersekolah di Sydney.

Lanjutkan membaca Sights of Sydney #AussieTrip (part 1)

The Raid 2 Berandal – review

The most anticipated sequel of this year has finally arrived! Tidak terasa sudah 3 tahun lamanya sejak sebuah film low-budget arahan sutradara asal Welsh, Gareth Huw Evans tiba-tiba menggebrak kancah perfilman dunia dan membentuk benchmark baru untuk film aksi. Saya (lagi-lagi) beruntung berkesempatan untuk diundang ke advanced screening hingga dua kali sebelum filmnya resmi dirilis di sini :D. Yang pertama adalah saat saya dan teman-teman ScreenSavers menjadi media partner event ARTE Film Festival di mana The Raid 2 Berandal diputar sebagai opening film, lalu saya kembali diundang untuk menghadiri press conference resmi yang disambung dengan screening. The best part? Both of them UNRATED version \m/.

the_raid_2_berandal

Lanjutkan membaca The Raid 2 Berandal – review

Purrfect Destination for Cat Lovers: Neko no Niwa #SporeTrip (part 3)

Belum banyak yang tahu kalau konsep cat cafe yang sebelumnya populer di Jepang, telah hadir di Singapura.  Bagi yang belum akrab dengan konsep cat cafe (err, where have you been?), sebetulnya tidak banyak bedanya dengan cafe biasa, hanya ada beberapa kucing yang dibiarkan berkeliaran dan bisa diajak bermain – which sounds just about purrfect for cat lovers everywhere!. Cat cafe juga biasanya menerapkan tarif per jam untuk konsep ini.
Neko no Niwa, demikian namanya, baru resmi dibuka sekitar akhir 2013 dan konon selalu fully booked! 😀 Menurut website resminya, 13 kucing yang ada di Neko no Niwa ini seluruhnya adalah kucing adopsi. ‘Adopt, don’t buy!’, begitu kira-kira yang ingin disampaikan Sam dan Sue, founder Neko no Niwa ini. 2014-01-27 15.08.01

Lanjutkan membaca Purrfect Destination for Cat Lovers: Neko no Niwa #SporeTrip (part 3)

The Lost World of Science #SporeTrip (part 2)

Menyambung  #SporeTrip part 1 sebelumnya, perjalanan saya di Singapura masih menyisakan dua hari yang saya manfaatkan untuk mengunjungi Universal Studios, Science Centre  dan Cat Cafe.

Universal Studios Singapore (USS) 20140126_121253 Sebagai penggemar film, tentunya Universal Studios menjadi tujuan wajib saya d Singapura. Dari 7 zona yang ada, saya paling antusias mengunjungi Lost World,  karena sentimental reasons pada Jurassic Park yang sampai saat ini masih jadi salah satu film favorit saya sepanjang masa! Sebelumnya saya sudah diwanti-wanti oleh teman saya yang sudah pernah berkunjung ke USS agar datang lebih pagi -apalagi pada saat weekend- jika tidak ingin terjebak dalam antrian panjang beberapa wahana yang populer. Untungnya, walaupun kami berdua datang agak kesiangan,  kami hanya menemui antrian yang agak panjang di Canopy Flyer (zona Lost World) dan Transformers 3D (zona Sci-Fi City). Agak sebal karena ternyata durasi Canopy Flyer terasa sangat singkat dibandingkan waktu antriannya :D. Di zona Lost World, yang paling seru tentunya Jurassic Park Rapids Adventure. Saya beruntung, area seat saya di wahana rafting itu tidak terkena guyuran air terlalu parah, tidak seperti Wisha yang sukses basah kuyup :D.

Lanjutkan membaca The Lost World of Science #SporeTrip (part 2)

Laneway Festival 2014 Experience #SporeTrip (part 1)

Mungkin bolak balik Jakarta-Singapura kini untuk kebanyakan orang adalah hal yang sudah dikategorikan ‘biasa’, tapi ini baru ketiga kalinya saya mengunjungi Singapura. Pertama kali sewaktu outing kantor tahun lalu (iya, baru tahun lalu X’D) dan kedua kali di tahun yang sama saat menonton musikal Dirty Dancing. Saya memutuskan (secara impulsif, ehm) untuk kembali ke Singapura karena tergoda dengan line-up Laneway Festival 2014 (25/1). Setelah tahun-tahun sebelumnya mesti gigit jari melewatkan The Pains of Being Pure at Heart, Cults, Yuck (2011), Kimbra dan Japandroids (2012) akhirnya kehadiran Savages dan HAIM sebagai line-up tahun ini menguatkan niat saya, haha!
Karena Laneway Festival memang biasanya menghadirkan newfound artists with fresh sounds, jadi memang cukup seru eksplorasi musik line-upnya terlebih dahulu. Kebetulan nama-nama yang sudah familiar untuk saya adalah Savages, HAIM, James Blake. Saya juga kemudian kepincut dengan musik CHVRCES, Vance Joy dan Jagwar Ma 😀

Ah ya, #SporeTrip kali ini juga saya lagi-lagi memanfaatkan PDF (Personal Development Fund) dari Maverick dan untuk organize tripnya difasilitasi @KartuPos lewat #KartuPosTrip-nya 😀 This would be my first experience to watch concert abroad!

Lanjutkan membaca Laneway Festival 2014 Experience #SporeTrip (part 1)

[DESSERT] Homemade Ice Cream Mochi Delights

Hola! Jadi beberapa waktu lalu sebelum kiriman oven listrik saya datang, saya udah keburu ngebet mempraktekkan resep yang saya temukan dari internet 😄 Untuk yang baru masuk dapur pemula seperti saya, saya sih lebih senang mencoba membuat makanan/cemilan yang saya sukai terlebih dahulu, dalam kasus ini ice cream mochi. Saya sih memang belum mencicipi ice cream mochi dari banyak gerai, tapi saya suka sekali ice cream mochi yang ada di restoran Bon-Chon. Dan agak sebal karena porsinya cuma sekali lahap langsung habis 8)))
Resep untuk Ice Cream Mochi kali ini saya adopt dari The Squishy Monster. Ada video tutorialnya juga, jadi sangat membantu 🙂

Lanjutkan membaca [DESSERT] Homemade Ice Cream Mochi Delights

Pieta (2012) – review

Pieta (bahasa italia untuk pity, belas kasihan) dalam literatur dan seni merupakan karya yang menyimbolkan sosok Yesus setelah penyaliban dalam pangkuan Bunda Maria. Rasa duka/belas kasih seorang ‘ibu’ atas penebusan dosa ‘anak’nya, kurang lebih itulah yang diintrepretasikan film Pieta karya Kim Ki-duk ini. Untuk tema hubungan ibu dan anak mungkin film Mother (Ma-deo) (2009) karya Bong Joon-ho lebih populer, namun saya sendiri lebih suka Pieta walau plotnya sendiri justru jauh lebih sederhana 😀

Lanjutkan membaca Pieta (2012) – review

You Can't Stop A Story Being Told