Arsip Kategori: music

Symphony of the Sun: Beach Trip and John Mayer Concert #AussieTrip (part 3)

It was our third day in Sydney and a sunny day to go to the beach! Juga karena diwanti-wanti Molly kalau keesokan harinya akan hujan :))) Walau memasuki musim gugur, tapi nampaknya tidak menghalangi Sydney-siders untuk berjemur di pantai dan melakukan berbagai aktivitas watersportSiang itu saya bertolak dari Kensington ke Tamarama dan Bondi, dua pantai yang lokasinya cukup berdekatan.

Beach - Road to Tamarama
Lanjutkan membaca Symphony of the Sun: Beach Trip and John Mayer Concert #AussieTrip (part 3)

Laneway Festival 2014 Experience #SporeTrip (part 1)

Mungkin bolak balik Jakarta-Singapura kini untuk kebanyakan orang adalah hal yang sudah dikategorikan ‘biasa’, tapi ini baru ketiga kalinya saya mengunjungi Singapura. Pertama kali sewaktu outing kantor tahun lalu (iya, baru tahun lalu X’D) dan kedua kali di tahun yang sama saat menonton musikal Dirty Dancing. Saya memutuskan (secara impulsif, ehm) untuk kembali ke Singapura karena tergoda dengan line-up Laneway Festival 2014 (25/1). Setelah tahun-tahun sebelumnya mesti gigit jari melewatkan The Pains of Being Pure at Heart, Cults, Yuck (2011), Kimbra dan Japandroids (2012) akhirnya kehadiran Savages dan HAIM sebagai line-up tahun ini menguatkan niat saya, haha!
Karena Laneway Festival memang biasanya menghadirkan newfound artists with fresh sounds, jadi memang cukup seru eksplorasi musik line-upnya terlebih dahulu. Kebetulan nama-nama yang sudah familiar untuk saya adalah Savages, HAIM, James Blake. Saya juga kemudian kepincut dengan musik CHVRCES, Vance Joy dan Jagwar Ma 😀

Ah ya, #SporeTrip kali ini juga saya lagi-lagi memanfaatkan PDF (Personal Development Fund) dari Maverick dan untuk organize tripnya difasilitasi @KartuPos lewat #KartuPosTrip-nya 😀 This would be my first experience to watch concert abroad!

Lanjutkan membaca Laneway Festival 2014 Experience #SporeTrip (part 1)

Musical History of Wooing Men & Women

Collective Cadenza

I guess people don’t ‘woo’ each other the way they used too anymore. As the caption on the second video, ‘after 1996 it’s all going…downhill’ 8))))

Collective Cadenza (cdza) is a group of NYC’s finest virtuoso performers who make musical video experiments. Check out their other super-cool videos, too! 😀

Musical History of Wooing Women

Musical History of Wooing Men

[VIDEO] Lee Hi ‘1,2,3,4’

Debut albumnya Lee Hi, vokalis perempuan imut dengan suara soul yg ciamik dari YG Family bakal dirilis Maret 2013 ini, katanya. Jaraknya cukup lama dari single ‘1,2,3,4’ yang sudah dilempar dari bulan Oktober 2012. Gaya Lee Hi yang lebih ‘laid back’ dan dance-nya terkesan ‘malas’ rupanya mengundang banyak kritik dari penggemar K-Pop, namun saya sendiri malah menganggapnya sebagai daya tarik dan jadi ciri khasnya 😀 Toh, yang jago nari sudah banyak x)

Konon dia memang buka tipe yang terlalu jago dalam koreografi, tapi coba saja dengarkan suaranya, soulfully-sassy!  Lagipula saya sudah mulai jenuh dengan beat techno pada musik K-Pop yang sudah ada. Mudah-mudahan saja konsep albumnya bisa lebih banyak eksperimen lagu soul yang ngebeat, karena setelah mendengar single ‘Scarecrow’, nampaknya Lee Hi juga tidak terlalu cocok menyanyikan lagu pop-ballad. Think of Duffy meet Lily Allen! 😀

So, looking forward for Lee Hi’s album!

Finally, The Rainbow Has Come | L’Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour – Jakarta, May 2nd 2012

My first encounter with L’Arc~en~Ciel kalau tidak salah sekitar tahun terakhir SMA, saat melihat video ‘Stay Away’ diputar di MTV. Gue yang memang belum terlalu menyimak perkembangan musik Jepang saat itu (lebih berkutat pada perkembangan komik, hehe) cukup terkesan dengan style band dengan preppy look tersebut — musiknya alternative rock, eh pake dance, sambil merokok pula 8)). Overall, keren deh! Band yang kemudian belakangan gue tahu bernama L’Arc~en~Ciel alias Laruku itu mulai menjadi ‘candu’ saat tahun pertama kuliah. Sebetulnya sih terjerumus secara tidak sengaja; kebetulan sahabat gue dan mantan pacar gue jaman kuliah adalah fans mereka, karena sahabat gue memang ngeband dan mantan pacar gue itu memang pernah hidup di Jepang. Jadi intinya saat  itu gue ikut mempelajari seluk beluk band rock legendaris Jepang ini, daripada jadi kambing congek selama mereka ngobrolin L’Arc~en~Ciel 8)))). Long story short, i fell in love with their music 🙂 (Well, who wouldn’t?)

Ini lho, band rock jepang misterius bergaya boyband yang bikin gue penasaran 8))

Nah sekarang bayangkan dari tahun 2003, entah sudah berapa kali cuma bisa ngimpi bisa menyaksikan live performance mereka. Dengan minimnya jumlah promotor, petisi yang sudah berkali-kali diupayakan komunitas J-Pop/Rock tiap tahunnya, cuma bisa beli VCD konser bajakannya (Favorit gue sampai detik ini masih 1999 Grand Cross Conclusion dan 7 Days Shibuya 2003) di lapak khusus penggemar pernak pernik Jepang. Berkali-kali sempat berhembus gosip juga kalau ada promotor yang mau bawa Laruku, tapi ya endingnya selalu mengecewakan.

Sampai akhirnya 9 tahun kemudian, di saat promotor musik mulai berlimpah dan berlomba-lomba membuat konser, promotor Marygopps menyampaikan kabar yang membuat semua penggemar musik Jepang menjerit girang. Yes, JAKARTA will be one of Laruku’s destination on their 20th L’Anniversary Tour, May 2nd 2012. STAIRS TO THE 7th, RUNNIN’ UP TO HEAVEN, I AM!

Lanjutkan membaca Finally, The Rainbow Has Come | L’Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour – Jakarta, May 2nd 2012