absentia header

Absentia – review

Film karya Matt Flanagan ini pernah ditayangkan pada festival INAFFF di tahun yang sama, namun sayangnya saya tidak sempat menonton. Justru saya lebih dulu menyaksikan karya terbaru Flanagan yang juga menuai pujian kritikus yaitu Oculus (2013). Dan saya suka keduanya!😀 Absentia is one effective potion of a gripping horror!
Saya langsung bisa merasakan signature-style Matt Flanagan yang diterapkan pada kedua filmnya ini; cenderung slow-burn horror, lebih bermain ambience, kental dengan tema supernatural, dan special FX yang terbilang cukup sederhana. Pada halaman Kickstarter Absentia (yep, they did crowdfunding on this one!) memang dijelaskan bahwa misi Flanagan dan tim adalah mencoba membangkitkan genre horor yang lebih berfokus pada rasa ‘takut’ dan tidak melulu bergantung pada gore dan tipikal jumpscares yang mudah ditebak.

Absentia2

Absentia sendiri mengangkat kisah orang hilang di sebuah kawasan suburban Los Angeles. Tricia sedang gundah karena harus mulai menerima kenyataan bahwa suaminya, Daniel, yang menghilang tanpa jejak sejak tujuh tahun lalu, kemungkinan besar sudah tiada. Callie, adik Tricia, memutuskan untuk tinggal bersamanya untuk memberi dukungan moril selagi Tricia mengurus segala dokumen resmi yang menyatakan Daniel declared death in absentia. Namun beberapa kejadian aneh yang dialami Callie akhirnya memberi petunjuk akan penyebab hilangnya Daniel yang sebenarnya.
Saya hanya bisa bercerita sampai  situ, because i don’t want to spoil the whole mystery for you😄

Absentia3

Didukung dengan minimnya cue sound yang biasanya sangat predictable di film horor, sightings yang muncul justru selalu sukses bikin kaget beneran, hahahah. Padahal sebetulnya ‘wujud’nya tidak seseram itu, sebagaimana penampakan yang ada di Oculus, apalagi special FX nya terlihat sangat low-budget XD. Tapi Flanagan ini memang cukup lihai membangun suspense-nya, feelnya jadi lebih seperti horor-horor Asia😀. Ah iya, secara teknis film ini diproduksi menggunakan DSLR Canon EOS 5D Mark II saja, lho!
Acting-wise agak mediocre, tapi saya sih maklum. Katie Parker yang berperan sebagai Callie paling lumayan.  Akan menarik sih jika suatu saat ada versi reboot-nya dengan treatment yang lebih proper (dan aktor/aktris yang lebih mumpuni) seperti halnya Oculus yang diangkat dari short-film milik Flanagan. Ngomong-ngomong, ternyata ada Doug Jones (Hellboy, Pan’s Labyrinth) jadi pemeran pendukung😄

absentia_4 Mengutip kalimat pada halaman Kickstarter mereka,
What you DON’T see is always scarier then what you DO

6.5/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s