the_raid_2_berandal

The Raid 2 Berandal – review

The most anticipated sequel of this year has finally arrived! Tidak terasa sudah 3 tahun lamanya sejak sebuah film low-budget arahan sutradara asal Welsh, Gareth Huw Evans tiba-tiba menggebrak kancah perfilman dunia dan membentuk benchmark baru untuk film aksi. Saya (lagi-lagi) beruntung berkesempatan untuk diundang ke advanced screening hingga dua kali sebelum filmnya resmi dirilis di sini😀. Yang pertama adalah saat saya dan teman-teman ScreenSavers menjadi media partner event ARTE Film Festival di mana The Raid 2 Berandal diputar sebagai opening film, lalu saya kembali diundang untuk menghadiri press conference resmi yang disambung dengan screening. The best part? Both of them UNRATED version \m/.

the_raid_2_berandal

Mengambil plot dua jam setelah ending film pertama, The Raid 2 Berandal mengajak penonton keluar dari kelamnya sudut kota nan claustrophobic ke dalam ‘area bermain’ yang lebih luas. Kali ini, Rama (Iko Uwais) direkrut Bunawar (Cok Simbara) untuk menyusup ke dalam keluarga mafia Bangun (Tio Pakusadewo) melalui Uco (Arifin Putra), putra tunggalnya yang sedang menjalani masa tahanan. Aksi penyamaran ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti hubungan antara mafia dengan jaringan polisi korup. Selain Bangun, perpetaan kekuatan juga diriuhkan oleh kehadiran keluarga Goto dari Jepang (Ken’ichi Endo) serta pendatang baru yang misterius, Bejo (Alex Abbad). Plot pengantar ini disampaikan dengan cukup efektif lewat scene obrolan antara Bunawar dan Rama di awal film yang dicut secara back-to-back sehingga cerita bisa langsung bergulir tanpa harus dijelaskan secara linear saja.

the-raid-2-600x398

Dengan durasi 150 menit, The Raid 2 Berandal memang menawarkan struktur cerita yang lebih kompleks walaupun secara plot-device memang bukan sesuatu yang baru jika berbicara tema: Infernal Affairs, Godfather, dll. But hey, WHO CARES? Saya lebih tertarik melihat bagaimana jajaran ensemble cast yang luar biasa ini dalam mengintrepretasikan ‘tale as old as time’ tersebut😀. Hal ini juga seolah menjadi jawaban dari Gareth untuk orang-orang yang mengeluhkan ‘miskin’nya plot di The Raid pertama.

Tapi tentu saja yang paling dinanti adalah apakah adegan aksi pada The Raid 2 Berandal akan mampu memberikan orgasme bagi para action-freaks sebagaimana pendahulunya? Jawabannya YA.
The Raid 2 Berandal is BIGGER, BETTER, BLOODIER.  Gareth wasn’t lying when he said the stuff we saw on trailer were only the tip of the iceberg. This movie has SHITLOADS of satisfying bloody-violent moments. The prison riot is visual feast! It’s just too fucking beautiful. The car-chase is ambitious with insane camera movement. The three-some is like having a dance with Death(s). The kitchen is already become one of the most intense yet most memorable hand-to-hand combat in martial art cinema history. 

Gombong2

A546_C016_06060B

The Raid 2 Berandal juga menyajikan banyak karakter yang berkesan. Di antaranya karakter kakak-beradik Baseball Bat Man (Very Tri Yulisman) dan Hammer Girl (Julie Estelle) yang sudah dielu-elukan sejak concept artnya pertama dirilis. Saking iconicnya, banyak yang menanyakan kemungkinan untuk dibuat spin-off. Menurut Gareth pada saat press conference lalu, adapun kemungkinannya tidak akan dalam bentuk film namun ada rencana untuk menceritakan origin mereka dalam bentuk komik. Kapan? Bersabar saja, karena masih ada The Raid 3 yang masih harus dipersiapkan :p.

BTS TheRaid2Berandal (6)

Dari departemen akting, Arifin Putra menyajikan performance yang solid sebagai Uco yang angkuh dan ambisius. Saking dominannya, ada beberapa saat di mana saya malah merasa tokoh Rama jadi secondary character, hehe. Ada juga scene yang menurut saya sangat ‘kuat’ yaitu saat Bangun dan Uco terlibat argumen pelik. Saya juga salut pada Cecep Arief Rahman sebagai The Assassin, yang walau tidak memiliki background akting dan tidak memiliki dialog, namun presence-nya cukup kuat sebagai salah satu main villain. Yang jelas tidak kalah seram dibanding Mad Dog, haha😀.

Dialog pada The Raid 2 Berandal juga menurut saya lebih flowing dan sudah tidak kaku lagi, i guess they have found a better script translator. Hanya saja jadi ada yang sedikit hilang, yaitu catchphrases! Do you remember how we can remember that particular line from every character on The Raid thanks to the awkward dialogue? hahaha😀. Overall saya sih tidak merasa keberatan dengan porsi drama yang ada, walaupun memang ada beberapa yang menurut saya agak sedikit dragging seperti subplot milik tokoh Prakoso yang diperankan Yayan Ruhian.

The-raid-2-final-fight

So i cheered, clapped, screamed with joy watching The Raid 2 Berandal. Do yourself a favor and go watch one of the best action saga ever made. And watch it more than once.

The Raid 2 Berandal opens today, 28 March in theaters near you.

Special thanks untuk Saatkara Communications dan Merantau Films yang memungkinkan saya untuk berjumpa langsung dan mengobrol dengan Gareth Evans dan cast😀

mtf_FLaGn_712

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s