Pieta 1

Pieta (2012) – review

Pieta (bahasa italia untuk pity, belas kasihan) dalam literatur dan seni merupakan karya yang menyimbolkan sosok Yesus setelah penyaliban dalam pangkuan Bunda Maria. Rasa duka/belas kasih seorang ‘ibu’ atas penebusan dosa ‘anak’nya, kurang lebih itulah yang diintrepretasikan film Pieta karya Kim Ki-duk ini. Untuk tema hubungan ibu dan anak mungkin film Mother (Ma-deo) (2009) karya Bong Joon-ho lebih populer, namun saya sendiri lebih suka Pieta walau plotnya sendiri justru jauh lebih sederhana😀

Latar belakang film ini menyoroti tragedi pada kelas industri menengah bawah yang terkena dampak krisis ekonomi, di mana banyak orang jatuh pailit dan terjebak hutang pada rentenir. Di tengah situasi ini, diperkenalkanlah sosok Kang-do (Lee Jung-jin), seorang pemuda yang dikenal sebagai debt collector bengis. Metode penagihan Kang-do tidak tanggung-tanggung, yaitu sengaja melukai para debitor yang tidak sanggup membayar tepat waktu hingga cacat untuk mengambil klaim asuransi mereka. Alih-alih bersimpati, Kang-do cenderung menyalahkan mereka yang berhutang banyak tanpa mengukur kemampuan mereka sendiri, atas alasan apapun. Dengan nature of work seperti ini, tidak heran ia menjalani hidup dalam kesendirian. Hingga suatu waktu muncul sesosok wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibunya (Jo Min-su).

Pieta 3

Si bengis Kang-do, lebih mirip anak band daripada debt collector😀

Awalnya Kang-do merasa amat terganggu dengan kehadiran wanita misterius itu, dan melakukan berbagai upaya untuk mengusirnya. Namun sebrutal apapun perlakuan Kang-do, wanita bernama Jang Min-sun ini tetap gigih. Perlahan-lahan Kang-do yang memang tidak pernah mengenal ibu yang menelantarkannya sejak bayi itu mulai melunak. Apakah kehadiran wanita ini merupakan kesempatan Kang-do untuk memilih jalan hidup yang baru?

Pieta 2

Saya tidak ingin bercerita terlalu banyak untuk selanjutnya, karena sebetulnya mungkin plot sudah bisa ditebak, bahkan dari adegan pertama (yang sebetulnya saya sayangkan juga). Tapi yang membuat Pieta ini sangat berkesan karena chemistry antara kedua tokoh utamanya sangat menyentuh hati. Penonton diajak menyaksikan transformasi Kang-do dari seorang pemuda yang dingin dan tanpa ampun menjadi seorang pemuda kesepian yang sesungguhnya hanya merindukan kasih sayang seorang ibu. Akting aktris jelita Jo Min-su dengan raut wajah sedih yang menyimpan banyak rahasia juga sangat memikat. Salah satu adegan yang juga heartbreaking yaitu pembicaraan antara Kang-do dengan salah satu debitor yang mengorbankan dirinya demi keluarga kecilnya.

Pieta 4

Pieta sendiri memang sebuah kritik Kim Ki-duk terhadap kekejaman kapitalisme terhadap individu yang terjerat di dalamnya, tergambar lewat tone yang muram dan menyesakkan. The ending was very much haunting, with a bittersweet aftertaste.

Perlu saya beri warning kalau film Pieta ini juga menuai kontroversi karena beberapa adegan eksplisit antara Kang-do dan Jang Min-sun yang dinilai tabu, dan bagi beberapa orang mungkin highly offensive dan akan merasa tidak nyaman menyaksikannya. Film yang memenangkan penghargaan tertinggi Golden Lion di Venice Film Festival 2012 ini menerima mixed reviews, adapun beberapa kritik yang saya baca terutama dari para penggemar Kim Ki-duk yang merasa Pieta jauh di bawah ‘standar’ sutradara yang telah melahirkan belasan film tersebut. Begitu pula mengenai adegan R-rated yang dirasa tidak perlu dan membuyarkan konteks cerita. Saya sendiri belum sempat meyaksikan hasil karya beliau yang lain, jadi tidak bisa ikut berkomentar tentang itu. Namun untuk saya film ini tetap wajib ditonton. Emotionally intense in a strange, beautiful way.

pieta poster

So if you want to witness the hard, painful journey of redemption,
please do check out Pieta. 

8/10

What is money?

The beginning and the end of all things: love, honour, violence, fury, hatred, jealousy, revenge, death

One thought on “Pieta (2012) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s