Stoker header.1

Stoker – review

Sebelum saya tahu kalau aktor Wentworth Miller lulusan sastra Inggris di Princeton, saya sejujurnya agak pesimis apakah script yang dibuatnya layak jadi debut penyutradaraan sutradara jawara Cannes, Park Chan-wook untuk film Hollywood :p. Dari poster dan trailernya memang sudah terasa sekali ‘feel’ ala film thriller Korea. Itu juga yang membuat saya cemas, karena toh tidak semua aktor/aktris Hollywood cocok ‘dikemas’ dengan gaya seperti ini. Saya sendiri mengagumi beberapa karya Park Chan-wook sebelumnya seperti Oldboy (2003) dan Thirst (2009). Namun setelah menonton film ini, rasa pesimis saya buyar seketika dan malah bersyukur tim produser Ridley Scott cukup jeli mempertemukan script Miller dengan sutradara yang memang sudah ahli mengolah cerita dengan twist seperti ini.

Kisah Stoker dituturkan dari sudut pandang India (Mia Wasikowska) yang mendadak harus kehilangan ayahnya dalam kecelakaan tragis dan ‘dipaksa’ oleh ibunya, Evelyn (Nicole Kidman, graceful as always) untuk menerima kehadiran paman yang sebelumnya tidak pernah dikenalnya, Charlie (Matthew Goode) di rumah mereka. Sedikit kesal dan terintimidasi, namun diam-diam India pun tidak bisa mengingkari ketertarikannya atas pesona misterius pamannya tersebut. Apalagi Charlie nampaknya memiliki obsesi terpendamnya sendiri pada India.

stoker

Sedikit terdengar Lolita-ish, memang, tapi Stoker berhasil menyajikan kisah coming-of-age yang lebih kelam dengan kesunyian dan kengeriannya tersendiri lewat gaya visual khas Park Chan-wook yang cantik!  Tentunya dalam psychological thriller ‘minimalis’ ini, performa ketiga aktor/aktris utama juga jadi tumpuan utama and they deserved the applause as well. Matthew Goode, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai Adrian Veidt/Ozymandias di Watchmen (2009), di sini betul-betul bikin merinding lewat perannya sebagai paman Charlie. I guess thanks to his cold stare and deep, enchanting eyes.

stoker3

Mia Wasikowska bermain dengan gemilang sebagai India Stoker, dengan segala pergolakan batin, fantasi dan kompleksitas hubungannya dengan ibu dan pamannya. This innocent soul with the fascination and impure thoughts toward the violent obsession of growing up. In my opinion this is her ‘real’ Alice in Wonderland role. Or if i may say, Alice in Eerieland😀

Banyak sekali scene yang menurut saya sangat powerful dan jadi scene favorit saya, antara lain scene yang jadi simbolisasi kedewasaan India lewat sepatu di awal dan akhir, scene duet piano India dan Charlie, scene India menjatuhkan surat di tangga, dan scene narasi Charlie pada adegan klimaks yang disajikan secara back to back –flashback dan present.

stoker1

Stoker2

Rasanya sudah lama sekali tidak menonton film thriller barat yang dikemas secantik ini.   Stoker sendiri memang sebuah homage yang dibuat Wentworth Miller untuk karya-karya Hitchcock, khususnya Shadow of a Doubt.  For those who dig Stoker as i do, konon prekuelnya yang berjudul ‘Uncle Charlie’ sudah disiapkan Wentworth Miller, walau kini masih dalam tahap pra-produksi. Can’t wait!😀

india stoker

My ears hear what others cannot hear. Small, faraway things people cannot normally see are visible to me. These senses are the fruits of a lifetime of longing.

Longing to be rescued.To be completed.

Just as the skirt needs a wind to billow, i’m not formed by things that are of myself alone.

Just as a flower does not choose its color, we are not responsible for what we have come to be. Only once you realize this do you become free.

And to become adult, is to become free

(India Stoker)

Chilling level: 8.5/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s