STID poster

Star Trek: Into Darkness – review


John Harrison
: You think you world is safe? It is an illusion. A comforting lie told to protect you. Enjoy these final moments of peace. For I have returned to have my vengeance. So, shall we begin?

Setelah memukau lewat beberapa teaser trailernya yang spektakuler dan kehadiran Benedict Cumberbatch sebagai sosok villain yang masih misterius, saya menaruh banyak sekali harapan sekuel Star Trek ini dapat mengobati kekecewaan saya setelah  Iron Man 3 yang jelek banget itu :p.

J.J. Abrams seperti biasa selalu bisa memberi adegan pembuka yang dramatis, kali ini Captain Kirk (Chris Pine) dan USS Enterprise berupaya menyelamatkan sebuah klan di Planet Nibiru dari letusan gunung berapi. Sayangnya hal ini merupakan pelanggaran berat karena misi USS Enterprise sebetulnya hanya boleh memantau dan tidak boleh ikut campur dalam segi apapun. Kejadian ini lagi-lagi memperuncing perselisihan antara Kirk dan Spock (Zachary Quinto) mengenai tindakan yang diambil.

STID Kirk Spock

STID weapon

Sementara itu, di London terjadi ledakan di gedung pusat data Starfleet dan berdasarkan penyelidikan, sosok misterius yang bernama John Harrison (Benedict Cumberbatch),  dicurigai sebagai orang yang bertanggungjawab. Belum lagi jelas motif dari John Harrison ini, markas Starfleet lagi-lagi mendapat serangan mendadak yang menjatuhkan banyak korban. Captain Kirk bertekad untuk membalas dendam serta menangkap John Harrison, setelah mendapat mandat resmi oleh Admiral Marcus (Peter Weller). Namun seiring pengejaran, perlahan-lahan misteri demi misteri lainnya terkuak.

STID - Cumberbatch 2

John Harrison: I am better

James T. Kirk: At what?

John Harrison: Everything

STID USS Enterprise

Saya sempat khawatir jika sub-plot yang ditampilkan pada teaser trailer; yakni di mana villain sempat tertangkap terlebih dahulu akan terlalu ‘basi’, sebagaimana pada Skyfall yang terlalu mentah-mentah meminjam sub-plot The Dark Knight.  Tapi pada akhirnya saya lega karena bukan J.J. Abrams namanya jika tidak menyiapkan banyak kejutan x). But overall, NOW THIS IS WHAT I CALL SUMMER MOVIE!  A visually stunning movie with modest-but-fun storytelling, thrills galore but still emotionally rich! Sebagaimana installment pertamanya, saya suka bagaimana J.J. Abrams membuat film Star Trek bisa dinikmati semua orang dan bukan hanya penggemar Star Trek. Keseluruhan plotnya sendiri sebetulnya bisa dibilang cukup sederhana, tapi dipersenjatai dengan adegan-adegan aksi tidak terduga yang sangat intens dan memacu adrenalin (ah ya, saya sangat merekomendasikan menontonnya melalui medium IMAX 3D).

Love and hate bromance-relationship between Captain Kirk and Spock also one of the highlight from this sequel, dari mulai dari berbagai celetukan yang membuat penonton terpingkal sampai adegan yang mengundang haru. Porsi tokoh-tokoh pendukung lainnya seperti Uhura (Zoe Saldana), Scotty (Simon Pegg), Bones (Karl Urban) dan Chekov (Anton Yelchin) juga cukup merata, bahkan Hikari Sulu (John Cho) berperan lebih banyak dibanding seri pertama. Tokoh baru yang diperankan Alice Eve sih, sebetulnya terasa hanya tempelan saja, walau memang di pertengahan cerita dijelaskan lebih detil mengenai ‘fungsi’nya. Daaaaan tentu saja the icing of the cake is our beloved Englishman, Benedict Cumberbatch. Mungkin kita sudah akrab dengan sosok dingin, arogan, witty-nya Cumberbatch lewat Sherlock the series, nah, sekarang bayangkan tiga kali lipatnya saat ia menjadi John Harrison x”) His extra points? that devilish, deep and gravelly baritone voice. Hell, he can swears all kinds of filthy words but it will still sounds like a symphony to my ears! x)) 

Listen to his bone-chilling  narration of Captain James T. Kirk on this teaser trailer:

Your summer blockbuster just started here 8.5/10

Walau Star Trek Into Darkness baru saja rilis, namun installment ke-3 dari Star Trek menurut screenwriter Damon Lindelof  sudah dipersiapkan, walau kemungkinan besar tanpa J.J. Abrams yang sedang sibuk mempersiapkan  Star Wars VII (hiks). Namun jika memang jadwalnya tidak bentrok, konon J.J. Abrams masih mempertimbangkan akan kembali duduk sebagai sutradara. Jika ya, ini akan menjadi reputasi terhebat Abrams yang berhasil merengkuh dua franchise sci-fi terbesar  dalam genggamannya. Berikut kutipan wawancara Abrams dengan NY  Daily News:

“The only overlap I can see between the two is, they’re both bigger than any of us, They are both these big entities that people care desperately about. But I don’t think there’s quite a ‘one versus the other’ war, like Coke and Pepsi. There’s room for both — and I would hope there’s room for me.” via NY Daily News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s