Excision poster

Excision – review

Excision poster

Film ini saya temukan di list film-film horor/gore terbaik  tahun 2012 di sebuah portal web luar. Segera setelah saya tahu film ini diputar di Sundance Festival 2012, mampirlah saya ke lapak torrent terdekat untuk mengunduh film bernuansa dark comedy/gore ini.

Sinopsisnya sih sebetulnya tidak berbeda jauh dengan premis cerita sociopath/teen-in-dysfuctional family pada umumnya bahkan mungkin mengingatkan kita pada film May (2002) dan aroma satir ala American Beauty (1999). Yang istimewa adalah potongan-potongan adegan visual  simbolik yang mengesankan sekaligus disturbing, dibumbui art bergaya dreamy-surealis seperti yang digunakan pada teaser seri American Horror Story season 2 dan film favorit saya, The Cell (2000).

Simak trailernya berikut:

Kisah Excision diambil dari sudut pandang Pauline (AnnaLynne McCord), remaja yang terobsesi ingin menjadi ahli bedah. Hidup di keluarga suburban yang tipikal, Pauline berusaha menjalani kesehariannya dengan ibu yang control freak, ayah yang pecundang dan adik perempuan yang mengidap cystic fibrosis – yaitu kelainan pada paru-parunya. Kondisi adik kesayangannya ini jugalah yang semakin mendorong Pauline untuk mewujudkan cita-citanya. Sayang, tingkah lakunya yang aneh seringkali membuat Pauline diasingkan oleh  lingkungan sekitarnya, termasuk ibunya yang memaksanya mengikuti sesi terapi. Hal ini tidak membuat Pauline berhenti untuk merealisasikan mimpi dan fantasi ter’liar’nya sebagai remaja:  seks, obsesi, cinta, yang semuanya tidak lepas dari hal yang paling disukainya: darah.

Jika melihat wujud asli aktris AnnaLynne McCord pasti kalianpun akan sama terkejutnya (sekaligus takjub) dengan saya. Aktris cantik ini sungguh luar biasa memerankan Pauline yang ‘polos’ sekaligus delusional dan terganggu mentalnya.  Perlu diingat juga, film ini dipenuhi adegan-adegan eksplisit yang melibatkan banyak sekali darah; walau mungkin memang tidak terlalu gore dibanding film sejenis, hanya saja akan terasa menjijikkan bagi sebagian orang yang tidak biasa menontonnya.

Unsur ‘dark comedy‘nya sendiri banyak ditampilkan pada adegan-adegan dialog Pauline dengan Tuhan, di mana sisi Pauline sebagai remaja biasa yang mendiskusikan segala rencana ‘gila’nya dengan Tuhan dirasa sungguh menggelikan, –jika tidak menyeramkan.

Excision 1

Excision 2

Fantasi ‘liar’ Pauline juga disajikan dengan visual yang sangat grotesque, termasuk nudity -dan lagi-lagi, darah. Jadi tidak disarankan bagi yang berperut lemah untuk menonton film ini pada jam makan, ya. Aktor/aktris pendukung yang ada di sini juga tidak bisa dibilang main-main lho, ada aktor veteran Malcom McDowell dan John Waters hingga aktor yang sudah kita kenal akrab lewat seri televisi, Matthew Gray Guber (Spencer di Criminal Minds) dan Roger Bart (George di Desperate Housewives). Walaupun bisa dibilang film ini lebih banyak memfokuskan ‘love/hate relationship’ antara Pauline dan ibunya yang diperankan oleh Traci Lords.

Excision 4

Karena saya menyukai gaya visual dan satir yang ditawarkan Excision, i gave 8/10 for the ludicrously odd, tragic story but yet intriguing in every weird way possible

3 thoughts on “Excision – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s