Sudah langsung mengincar proyektor yang paling ujung :D

Blast From The Past!: Loteng Sejuta Cerita

Sebetulnya saya jarang menulis soal pribadi di blog ini, tapi karena ini masih ada kaitannya dengan film, bolehlah :)).

Jadi, dalam rangka mencari properti untuk melengkapi main theme of my event later this year, akhirnya saya tertarik pada blog milik  mas Deddy Otara yang bertajuk Antik n Antique. Mas Deddy adalah kolektor barang-barang antik, dan kenapa saya menyukai blognya karena kebetulan dari beberapa blog kolektor barang antik, jumlah proyektor dan pernak-pernik film milik mas Deddy termasuk paling banyak 8D. Setelah berkorespondensi melalui e-mail, bukan main senangnya saya saat mas Deddy menyambut baik proposal saya untuk meminjam beberapa koleksinya sebagai properti event. Bahkan ia menawarkan untuk melihat langsung koleksinya di rumahnya di daerah Serpong. Akhirnya Sabtu lalu (4/8)  saya dan Wisha menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah mas Deddy.

Mas Deddy, dengan keramahan yang sangat njawani sekali, segera mempersilakan saya dan Wisha untuk naik ke loteng, yang merupakan ‘gudang’ barang-barang koleksinya. Lotengnya mungkin tidak terlalu besar, tapi barang-barang koleksinya jangan ditanya. Mulai dari berbagai proyektor, kamera dan film 8mm,  jam weker antik, telepon jadul, kumpulan kliping poster film-film lama lokal/impor dan viewmaster warna warni tersusun dengan rapi! Waw!  XD

So, enjoy the pictures after the jump!😀

Langsung naksir sama proyektor yang paling besar😀  Walaupun ada pita film yang terpasang, tapi itu hanya sebagai properti, karena proyektornya sih sudah tidak jalan x).  Mas Deddy dalam kesehariannya adalah seorang scriptwriter-freelance untuk acara televisi, dengan spesialisasi komedi (hasil karyanya antara lain mulai dari sitkom Office Boy, Awas  Ada Sule hingga yang sedang tayang stripping sekarang, Tukang Bubur Naik Haji :D). Sebetulnya mas Deddy masih menyimpan impian untuk terjun di dunia film, hanya saja belum ada yang berjodoh, walau ia pun memiliki banyak teman yang sudah berkecimpung di berbagai film layar lebar. Tapi bahkan menurut mereka, koleksinya ini sudah menunjukkan bahwa kecintaannya pada dunia film memang tidak terbantahkan x))

Jejeran kamera 8mm dan filmnya yang bikin iri😀 Sama seperti proyektor, beberapa kamera ini masih ada yang nyala, ada juga yang sudah tidak berfungsi lagi. Tetap cantik untuk jadi koleksi, don’t you think? Ada juga yang tersimpan rapih di dalam tas kamera vintage, yang sekarang banyak diadaptasi menjadi pernik fashion dengan harga yang cukup wah :p

Nah, yang sebelah kiri itu mas Deddy sedang menceritakan soal koleksi flyer dan poster film jadulnya. Karena yang namanya kolektor itu mesti apik, masing-masing lembaran flyer dan posternya tersampul rapih dengan plastik dan disimpan di dalam binder file. Koleksinya bermacam-macam, mulai dari lembaran flyer film layar tancep di Semarang (mas Deddy asli orang Semarang), sampai film impor yang sempat diputar di sini pada zaman dahulu kala.

Beberapa di antara mereka masih ada capnya lho! Keren ya😄

Yes! This is the legendary GIMBOT! Angkatan saya sih sempat mengalami bermain game console jadul ini, tepatnya zaman SD !. Dulu di beberapa SD juga kalau tidak salah suka ada penyewaan yang dihitung per  sesi atau periode waktu tertentu.

WHOAAAA!  Gimana gak kalap liat  viewmaster warna-warni sebanyak ini. Bentuknya macem-macem pula 8′))))

Yang paling seru itu (tidak ada di foto) viewmaster berbentuk mirip senter, yang bisa dipantulkan ke dinding atau langit-langit ruangan. Katanya sih mas Deddy suka menggunakan viewmaster senter itu untuk mendongeng pada anaknya yang masih balita.  Serunya lagi, bentuk gambar pertama yang diperkenalkan mas Deddy pada anaknya adalah gambar-gambar dari viewmaster dan koleksi film 8mm-nya 8′) Lucky little girl!

Melihat koleksi jam weker antik sebanyak ini jadi serasa masuk ke dimensinya Alice in Wonderland 8′)

Mesin editing film jadul, dimana rol film emang mesti discreening dan diedit secara manual 8)) dan ternyata Wisha pun pernah mencobanya sewaktu jadi salah satu mata kuliah di kampusnya dulu.

Nah, yang ini juga tidak kalah langkanya. Mas Deddy punya satu rak penuh kaset Sanggar Cerita, Si Unyil, serta berbagai  dongeng daerah sampai folklore/cerita luar seperti Frankenstein dan Dr. Jekyll and Mr. Hyde di bawah ini. Sama halnya seperti film, mas Deddy juga lebih senang memperkenalkan dongeng daerah pada anaknya dengan memperdengarkan kaset-kaset dongeng ini setiap pagi😀

Sepintas seperti helm, tapi ini…..televisi 8)) Lebih tepatnya, televisi jadul yang suka digantung di apotik (bahkan saya pun baru tau). Saya lupa dari tahun berapa, tapi mas Deddy sempat bercerita kalau dia memang sedang suka sekali mengumpulkan barang bernuansa retro khususnya yang berwarna oranye. Jika kita jeli, ada suatu masa tertentu di masa lampau mana warna-warna ‘jreng’  seperti ungu, merah, oranye sempat mewarnai berbagai aspek. Oranye dipilih mas Deddy karena dianggap sangat mewakili ‘pergerakan’  transisi zamannya.

Mas Deddy sempat juga berbagi informasi tempat-tempat berburu barang antik, mulai di Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogya. Sayangnya saya tidak mencatat semuanya 8′)) kalau penasaran, bisa hubungi langsung ke mas Deddy melalui kontak yang tercantum di blognya, orangnya sangat ramah kok ^^

Setelah lebaran saya berencana akan mengunjungi lotengnya mas Deddy lagi bersama Gita , sahabat saya yang juga akan membantu aspek dekorasi event saya nanti. Mudah-mudahan nanti kita bisa merumuskan ide-ide segar untuk  bikin properti dekorasi yang seru.  ^^

Terima kasih banyak sekali lagi pada mas Deddy dan keluarga yang sudah mau menampung musafir event seperti kami ini 8′)

See you on the next blogpost!

5 thoughts on “Blast From The Past!: Loteng Sejuta Cerita”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s