50-50-movie-poster

50/50 – review

Nampaknya karena Joseph Gordon Levitt memang dianugerahi wajah yang melas, ia cocok sekali memerankan peran tokoh teraniaya macam Cameron James di 10 Things I Hate About You, Tom Hansen di 500 Days of Summer, atau seperti perannya sebagai Adam di film 50/50 ini. Kecuali tentunya saat ia mendobrak itu semua lewat Hesher (2010) :p. Well anyway, back to 50/50, Adam adalah pemuda twenty-something biasa, bekerja sebagai produser di sebuah stasiun radio dan memiliki pacar cantik yang tinggal bersamanya. Dunianya seketika jungkir balik saat ia divonis dokter mengidap sebuah kanker tulang belakang yang langka. Tentunya bukan kabar yang ingin didengar seseorang di saat usianya baru saja 27 tahun.

Adam: A tumor? 
Dr. Ross: Yes. 
Adam: Me? 
Dr. Ross: Yes. 
Adam: That doesn’t make any sense though. I mean… I don’t smoke, I don’t drink… I recycle…

Untuk fim dengan tema kanker, plotnya cukup mudah dicerna, tidak semelankolis Dying Young (1991) atau sedepresi Funny People (2009). Namun ada benang merah yang menghubungkan 50/50 dengan Funny People, yakni sama-sama dibintangi Seth Rogen. Disini Seth Rogen berperan sebagai Kyle, sahabat Adam yang ceplas-ceplos. (well, Seth Rogen is being Seth Rogen indeed😀). 50/50 sendiri adalah angka presentasi kesembuhan Adam yang diprediksi oleh dokter.  Keistimewaan kisah 50/50 ini memang terletak pada kesederhanaannya. Seolah menyampaikan that shit does just happen sometimes and it doesn’t discriminate, even to a guy as decent, as mild, as good as Adam. Adam kini menjalani kesehariannya dengan rangkaian kemoterapi, berkenalan dengan pasien kanker lain, juga sesi terapi dengan psikiater kikuk Katherine (Anna Kendrick). Ia pun harus menghadapi kepanikan sang ibu (Anjelica Huston, in one of her less-scary gesture here :D) dan the girlfriend we’d all love to hate, Rachael (Bryce Dallas Howard, yang nampaknya mulai menapaki spesialis peran antagonis sejak akting gemilangnya di The Help :D). Seiring waktu dan penyakit yang kian menggerogoti, makin sulit bagi Adam untuk tetap bersikap positif.

Adam: That’s what everybody’s been saying: You’ll feel better and don’t worry and this is all fine and it’s not. 
Katherine: You can’t change your situation. The only thing that you can change is how you choose to deal with it.

50/50 is a light hearted, feel good movie of comedy/tragedy. Scene stealer tentu layak disematkan pada Seth Rogen dengan semua celetukan konyol dan comedic-timing yang pas. Salah satu penulis review di IMDB yang juga cancer-survivor bahkan memuji film ini atas penggambaran yang begitu jujur dan mengungkapkannya ke dalam kalimat yang begitu mengena:  ‘the humor was wonderfully placed, because without humor, life with cancer is unbearable.’ .Tidak heran jika 50/50 bisa begitu menyentuh, karena memang diangkat dari kisah nyata sang penulis naskah, Will Reiser yang juga sahabat Seth Rogen di kehidupan nyata.  Dalam wawancara Will Reiser dan Seth Rogen disini banyak hal menarik terkait bagaimana persahabatan mereka yang menjadi inspirasi 50/50, James McAvoy yang sedianya akan dicast menjadi Adam, sulitnya mengupayakan alokasi budget agar lagu dari Radiohead dan Pearl Jam bisa hadir di film ini, dan lain-lain.

Survival has never been this sweet😀 7.5/10

Adam: What were you doing when I called? Were you on facebook? 
Katherine: You know… umm… stalking my ex-boyfriend actually isn’t the only thing I do in my free time. 
Adam: I wish you were my girlfriend. 
Katherine: Girlfriends can be nice. You just had a bad one. 
Adam: I bet you’d be a good one.

3 thoughts on “50/50 – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s