middle_men14

Middle Men – review

Jack Harris: [Narrating] If I’ve learned one thing, it’s that business is a lot like sex. Getting in is easy, pulling out is hard.

Dibuka dengan narasi oleh sang tokoh utama Jack Harris (Luke Wilson), Middle Men dengan jenaka bercerita tentang mewabahnya internet pada tahun 90an dan bagaimana konten pornografi mulai dikaitkan dengan kanal baru yang amat potensial tersebut. Sebelum kita mengenal Jack lebih jauh, ia akan bercerita tentang latar belakang dari dalang semua akibat: dua orang cerdas namun ceroboh Wayne Beering (Giovanni Ribisi) dan Buck Dolby (Gabriel Macht). Buck yang mantan ilmuwan roket ber-IQ 183 dan Wayne yang dulunya dokter hewan, menghabiskan setiap harinya mabuk-mabukan dan mengkonsumsi kokain sambil berpikir bagaimana mereka bisa menghasilkan uang banyak.

Wayne Beering: You know there’s nothing to jack off to on the Internet? 

Tercetuslah ide untuk menyajikan pornografi via internet, dimana orang akan dikenakan biaya jika ingin berlangganan konten mereka tersebut. Berawal dari hanya mengunggah foto foto dari majalah porno, respon yang kian hari kian meningkat membuat mereka kewalahan hingga meminta bantuan Nikita Sokoloff, mafia Rusia setempat untuk menjadi partner bisnis. Memang dasar serampangan, tingkah laku mereka yang gegabah pada suatu hari membuat bos mafia tersebut murka. Disinilah Jack Harris mulai terlibat.

Jack Harris (Luke Wilson), semula hanya pria berkeluarga-pebisnis biasa dari Texas yang sedang mencoba peruntungan membuka klab di Las Vegas. Karena koneksinya yang cukup lumayan, seringkali ia diminta untuk ‘menyelesaikan’ masalah yang dialami rekan-rekan bisnisnya. Pada suatu waktu ia diminta salah seorang rekannya, Haggerty (James Caan) untuk menolong Waybe dan Buck. Dengan kemampuan bisnis dan negosiasinya, Jack berhasil mendamaikan kedua pihak, bahkan mencetuskan ide bisnis baru pada dua manusia gegabah tersebut, yakni merintis perusahaan billing company untuk berbagai macam situs, khususnya situs porno. Dengan menukar peran penyedia layanan menjadi hanya perantara atau middle men, resiko yang ditanggung akan lebih kecil serta mereka akan mampu meraup pasar yang lebih besar.

Namun sebagaimana bisnis pada umumnya, semakin pesat mereka berkembang, makin banyak intrik dan masalah yang timbul, mulai dari hal sepele sampai insiden yang mengancam nyawa. Mulai dari Waybe dan Buck yang mulai iri dengan popularitas Jack sebagai major mogul, rumah tangga Jack yang mulai goyah, kehadiran si jelita Audrey Dawns (Laura Ramsey) –salah satu bintang porno yang menarik perhatian Jack serta keterlibatan FBI yang diam diam mengawasi bisnis Jack.

Cukup unik melihat karakter Jack Harris yang sukses besar dengan bisnisnya ini justru digambarkan sebagai family-man sejati. Bahkan awalnya ia menolak untuk terlibat terkait isu pornografi. Berlawanan dengan Waybe dan Buck yang senang sekali pesta pora, Jack memang lebih memfokuskan diri pada kegiatan bisnisnya. Sayangnya IMHO, Luke Wilson kurang bisa memaksimalkan potensi karakter Jack Harris, mungkin karena pembawaan dan mimik Luke memang sudah lempeng dari sananya ya😀 padahal sosok multikarakter Jack Harris sebagai businessman yang ‘saklek’ dan piawai sekaligus sebagai family man di tengah glamornya industri porno mestinya bisa lebih dieksplorasi lagi. Justru Giovanni Ribisi yang bermain cemerlang sebagai si slightly-white-trash Waybe Beering. Pokoknya tingkah polah duo geniuses-but-idiotic ini betul betul bikin gregetan saking bodohnya😀

Daya tarik film produksi tahun 2009 ini selain gaya narasi yang kental dengan unsur komedi satir (seperti pada film Thank You For Smoking, which is also one of my favorite :D)  juga alurnya yang tidak membosankan, konflik dan twist yang mengundang tawa dan wicked soundtrack dari mulai The Rolling Stones, Hall & Oates sampai 2pac  :D  Overall, Middle Men adalah sebuah tontonan yang well-written & purely entertaining. Since we were talking about pornography, of course there would be nudity here and there, TAPI untunglah George Gallo sang sutradara tidak kemudian menyajikan adegan seks yang tidak perlu; ia bisa menjaga fokus cerita tetap pada jalurnya.

The Social Network of Online Porn? more likely😀 8/10

Jack Harris: [Narrating] Like everyone else, we were in debt trying to chase the American Dream. 

Luke Wilson and real-life Jack Harris: Christopher Mallick

Menarik untuk diketahui bahwa kisah Middle Men ini diinspirasi oleh kisah nyata dari produsernya sendiri yakni Christopher Mallick. Mallick yang juga pengusaha billing company ini memang menjadi pionir dalam sistem pembelian online yang aman dan ringkas dengan menggunakan kartu kredit. Konon sistem billing tersebutlah yang menjadi template bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di kanal online lain seperti Amazon.com, dll.

Namun reputasi Mallick sendiripun tidak terlalu bagus, karena banyak juga yang mengeluhkan sistem billingnya tersebut bahkan menuduh keterlibatannya dalam beberapa kasus penipuan.

Oh well, businessmen will always be businessmen😀

Watch the trailer:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s