the-company-men-poster

The Company Men – review

Tahun 2010, resesi di Amerika menghantam banyak perusahaan dan memaksa mereka melakukan perampingan pegawai. Dikisahkan GTX Corporation adalah salah satu perusahaan yang juga kena imbas, dan dalam upaya mempertahankan nilai saham mereka di pasar, CEO Jim Salinger (Craig T. Nelson) mau tidak mau mengambil langkah yang dirasa perlu. Film ini akan bercerita seputar orang-orang yang terkena dampak dari keputusan pahit tersebut. Pada suatu pagi, salah satu top sales executive GTX Bobby Walker (Ben Affleck, very well played) mesti tertampar kenyataan bahwa ia terkena PHK terlepas dari fakta 12 tahun ia bekerja disitu. Terbiasa dengan gaya hidup kelas atas bergelimang kemewahan, Bobby seakan mengalami jet lag berkepanjangan saat ia harus menyampaikan kabar ini pada keluarganya, menyesuaikan gaya hidupnya, serta mesti ‘mengantri’ lowongan pekerjaan bersama kelas pekerja lainnya.

Penyangkalan Bobby atas situasi yang menimpa dirinya ini sudah diperlihatkan sejak awal, saat ia ‘mengadu’ pada Gene McClary (Tommy Lee Jones) –salah satu petinggi GTX yang juga tidak setuju atas langkah yang diambil Jim, teman lamanya tersebut. Yang juga gelisah dengan situasi ini adalah Phil Woodward (Chris Cooper), eksekutif yang sudah merintis karir di GTX dari bawah hingga usianya kini 60 tahun. Saat akhirnya ia pun diberhentikan, ia terjerembab ke dalam persaingan bursa kerja dengan saingan saingannya yang tentunya jauh lebih muda dan berpotensi daripada dirinya. Apalagi perusahaan manapun tidak ingin mengambil resiko terkait asuransi dengan pekerja seusia Phil.

Jika sudah menonton ‘Up In The Air’ (2009) maka kisah film ini kurang lebih bergerak di area yang sama, hanya saja dari sudut pandang berbeda. Nampaknya di perusahaan di Amerika memang sudah kebijakannya disediakan semacam ‘paket’ proses peralihan untuk karyawan yang di-PHK seperti career center, konsultasi untuk CV serta pertemuan terapi dengan beberapa motivator. Namun tetap saja, proses transisi ini tidak bisa dikatakan mudah. Bisa dilihat saat di career center betapa hampir frustasinya Bobby saat menelepon kesana kemari hanya untuk sekedar mendapatkan kesempatan wawancara kerja. Apalagi antrian karyawan hasil PHK semakin bertambah setiap harinya. The Company Men juga berhasil menggambarkan dampaknya pada keluarga para karyawan. Mungkin kita akan dibuat gemas dengan Bobby yang bersikeras mempertahankan mobil Porsche dan keanggotaan klub golfnya demi ‘pencitraan’ padahal Maggie, istrinya, menegaskan bahwa mereka sudah tidak mampu untuk membiayai hal-hal tersier semacam itu. Maggie sampai harus kembali bekerja, dan akhirnya dengan berat hati Bobby menerima tawaran kakak iparnya (Kevin Costner) untuk menjadi pekerja proyek sementara. Ada juga sebagian orang yang memang cuek saja, seperti istri Gene yang hendak meminjam corporate jet untuk pergi liburan tanpa mengindahkan situasi yang sedang menimpa perusahaan tempat suaminya bekerja tersebut.

Film ini mendapat sambutan bagus karena dianggap mampu menggambarkan keadaan yang memang menimpa kelas pekerja Amerika saat resesi kemarin secara sederhana dan realistis. Walaupun ada juga yang mengkritik karena kelas pekerja yang digambarkan hanya golongan upper class, dan juga memandang sinis potret keluarga Bobby yang bisa dibilang ‘berada’ dan ironis karena dengan pemasukan seperti itu rasanya tidak logis jika mereka tidak memiliki tabungan. Namun mungkin angle itulah yang ingin John Wells (sutradara, penulis. Sebelumnya menulis beberapa episode E.R dan West Wing) kemukakan. What if the people who has reach the American Dream, has to fall down in a split second? What if some top executives have ’em all: big mansion houses, white-porsche, bonuses and ski vacation, but forced to give it all away in just one night? Yeah. Welcome to the real world.

Selain Affleck, Lee Jones dan Cooper yang memberikan performa bagus, juga ada Maria Bello sebagai Sally Wilcox, karyawan GTX yang turut memilah milah proses eliminasi karyawan. Perannya disini hampir mirip dengan perannya di Thank You For Smoking (2005), as one of the top-office bitches😀 Kevin Costner sayangnya porsinya memang tidak terlalu banyak sehingga terlihat ‘tenggelam’ di antara tiga tokoh utama. Mungkin The Company Men terasa membosankan bagi mereka yang tidak terlalu bisa menyimak drama, namun it suits my taste pretty well😀. I watched ‘The Next Three Days’ right before this film, yet The Company Men left me with a better impressions

7.5/10 

One thought on “The Company Men – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s