Source Code

Source Code – review

Hadirnya Source Code di jajaran film tayang di bioskop merupakan angin segar di tengah tengah kisruh-tanpa-akhir Pemerintah vs MPAA. Setelah beberapa bulan para pecinta film mesti sengsara karena mengalami kemarau berkepanjangan, akhirnya ada pilihan yang cukup melegakan dahaga. Mendapat review sangat bagus dari teman teman sesama maniak film, tentunya tidak butuh waktu lama untuk akhirnya mampir ke bioskop terdekat untuk menonton film arahan sutradara Duncan Jones ini.

Letnan Steve Colter (Jake Gylenhall) tersadar dalam situasi yang absurd. Di tengah perjalanan dalam kereta, dengan wanita cantik bernama Christina (Michelle Monaghan) di hadapannya. Bingung, panik, serta mendapat pandangan aneh dari orang-orang di dalam kereta, Colter berupaya mengingat-ingat kronologis bagaimana ia, seorang pilot tempur yang sedang di dalam pertempuran di Afghanistan bisa terdampar kesitu. Hingga sekelebat bayangan di cermin  menambah rasa terkejutnya. Wajah yang ada disitu, bukanlah wajahnya. Belum lagi memecahkan misteri ini, tiba tiba ledakan hebat menghantam kereta yang mereka tumpangi. Gelap seketika.

Namun bukan kematian yang menjemput Colter, karena sekali lagi ia mesti tersadar di tempat yang sama sekali berbeda. Dalam sebuah ruang sempit semacam kapsul, tubuhnya terikat dan ada suara dari layar di depannya yang mencoba menyadarkannya. Goodwin (Vera Farmiga), wanita di dalam layar, pada akhirnya menjelaskan  bahwa Colter sudah dua bulan ada disitu, dan kejadian di kereta merupakan suatu simulasi sejenis time-traveling dimana Colter ditugaskan untuk kembali kesana dan menemukan pelaku bom yang telah menewaskan seluruh penumpang kereta menuju Chicago, dengan meminjam identitas Sean Fentress. Karena ledakan ini disinyalir merupakan awal dari rangkaian aksi teroris yang di masa depan sudah memiliki rencana susulan yang mengancam banyak jiwa. Masalahnya adalah, setiap kali dikirim kembali, waktu yang dimiliki Colter hanya 8 menit sebelum akhirnya kereta mengalami ledakan yang sama.

Bingung? well, tidak serumit itu kok. Formulanya merupakan campuran dari Inception + Memento + Triangle😀. Hanya saja, jika dalam Inception memanfaatkan medium mimpi, disini dikisahkan bahwa ada metode penemuan dari Dr. Rutledge (Jeffrey Wright) menggunakan fisika kuantum dan menghasilkan apa yang dinamakan ‘source code’, menghubungkan reaksi syaraf di otak dan membawanya menembus ingatan masa lalu selama kurun waktu tertentu. Dalam kasus ini, Steve Colter konon memiliki kesamaan struktur otak dan fisik dengan guru SMA Sean Fentress yang kebetulan menjadi salah satu korban dalam musibah ledakan kereta tersebut.

Selain penonton diajak untuk ikut tegang menyaksikan aksi Colter menginvestigasi setiap hal di sekelilingnya berulang-berulang  dalam tiap kunjungan singkatnya ke masa lalu, kita juga disajikan beberapa twist yang cukup mencengangkan. Antara lain, dimana sebenarnya lokasi kapsul Colter? Kenapa ia mesti terisolasi? Mengapa baik Goodwin dan Dr. Rutledge nampak enggan menjawab pertanyaaan pertanyaan Colter terkait misi dan kronologis semuanya?

Yep, Source Code sukses mengemas cerita science-fiction dengan ide yang tidak baru-namun tetap segar, alur yang memikat, kisah yang menyentuh serta performa akting yang mantap dari trio Gylenhall, Monaghan dan Farmiga. Namun dengan tidak membantah review bagus dari teman teman yang juga telah menyaksikan film ini, IMHO sayangnya ending yang semestinya bisa berakhir dengan ‘cantik’ mesti memaksakan beberapa sisipan klise romansa ala Hollywood. Well, i won’t spill it out though, why would i ruin your fun? :p

Oh iya, yang menarik ada cameo dari stand up comedian kelas wahid Russell Peters sebagai salah seorang penumpang kereta, yang kocaknya adalah diplot sebagai komedian yang sedang ikut audisi sana-sini😀

So, for all the trouble of going back and forth to save the world, Source Code deserves 8/10 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s