The Other Woman – review

Semula, pilihan tontonan pertama jatuh pada ‘No Strings Attached’ yang juga dibintangi si jelita Natalie Portman, Namun belum lima belas menit cara bertuturnya sudah tidak enak diikuti :p akhirnya banting setir ke film ‘The Other Woman’ yang merupakan produksi 2009 tapi baru dirilis 2011. Ternyata film drama ini dikemas dengan cukup solid dan mampu menyita perhatian selama 119 menit.

FIlm dibuka dengan adegan Emilia Greenleaf (Natalie Portman) yang sedang menjemput anak tirinya, William, di sekolah. Dari sini penonton bisa menangkap kalau hubungan antara keduanya tidak bisa dibilang baik. Kemudian bergulirlah beberapa bagian flashback akan awal mula pertemuannya dengan suaminya kini, pengacara tampan Jack Woolf (Scott Cohen). Walau tahu Jack yang saat itu sudah beristrikan Carolyn (Lisa Kudrow) namun keduanya tidak bisa menampik rasa ketertarikan satu sama lain. Perselingkuhan mereka mengalami titik balik saat akhirnya Emilia hamil. Singkat cerita, Jack menceraikan istrinya, menikahi Emilia dan hidup bertiga bersama William putra tunggalnya sembari menanti bayi mereka lahir. Akhir yang bahagia? tidak juga.

Kemalangan menimpa pasangan ini saat Isabel, putri mereka yang baru saja berusia tiga hari meninggal di pelukan Emilia saat tidur. Tentu kejadian itu membuat mereka sangat terpukul. Bagaimana kehidupan Emilia setelah tragedi inilah yang menjadi fokus cerita ‘The Other Woman’. Selain menghadapi stigma negatif sebagai ‘istri kedua’ dari lingkungannya dan mantan istri yang masih menyimpan amarah, Emilia masih harus menghadapi anak tirinya yang kadang celetukan polosnya cukup memicu pertengkaran antara mereka. Seperti saat William mengusulkan untuk menjual perlengkapan bayi milik Isabel ke eBay karena toh sudah tidak digunakan lagi. Namun perlahan-lahan Emily mulai bisa mencari celah untuk menjalin hubungan baik dengan William.

Mungkin inilah film tentang ibu tiri terbaik kedua setelah Stepmom (1998) :D. Walau tokoh Emily memang jauh lebih labil dibanding tokoh yang diperankan Julia Roberts di film tersebut. Mungkin sebagian besar wanita yang menonton akan meradang jika dihadapkan pada karakter Emily di kehidupan nyata, namun justru itulah😀 film ini menampilkan angle dari sisi sang ‘wanita lain’, pergolakan batin dan berbagai dilema yang dihadapinya. Porsi setiap karakter yang ada sungguh pas sehingga akan membuat kita berempati bukan hanya pada satu karakter tertentu, namun semuanya.  Karena Natalie Portman seperti biasa menampilkan akting tak tercela, maka pujian juga layak diberikan pada Lisa Kudrow sebagai barisan sakit hati terdepan, hehehe. Film ini diangkat dari novel ‘Love and Other Impossible Pursuits’ (2006) oleh Ayelet Waldman.

A decent heart-wrenching drama worth to watch 8/10

One thought on “The Other Woman – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s