Conviction – review

Hilary Swank, our Oscar darling kembali dengan akting memikatnya dalam film Conviction. Film ini diangkat dari kisah nyata mengenai perjuangan Betty Anne Waters, dalam memperjuangkan keadilan bagi kakak laki lakinya Kenneth Waters yang didakwa tuduhan pembunuhan di kampung halaman mereka, Ayer pada tahun 1983. Kisah dua bersaudara ini diceritakan secara back to back antara kilas balik dengan masa kini. Betty Anne (Hilary Swank) dan Kenny (Sam Rockwell), kakak beradik yang saling menyayangi walaupun sejak kecil sudah harus berpisah karena dititipkan pada rumah asuh yang berbeda. Namun mereka tetap berhubungan sampai masing-masing tumbuh dewasa, menikah dan memiliki keluarga sendiri.

Pada suatu hari, Kenny, si sulung dengan temperamen yang meledak-ledak,  tertimpa kesialan  dimana ia dicurigai oleh polisi setempat yakni Nancy Taylor (Melissa Leo) atas kasus pembunuhan brutal pada penduduk setempat. Sempat dilepaskan karena tidak cukup bukti, secara mengejutkan tiga tahun kemudian polisi kembali mendatanginya untuk kali ini betul betul menjebloskannya ke dalam penjara. Dengan rentetan barang bukti, alibi yang lemah dan keterangan saksi yang memberatkan, vonis seumur hidup pun tidak terhindarkan lagi.

Betty Anne yang cukup terpukul atas kejadian ini mulai memutar otak untuk membuktikan jika Kenny tidak bersalah. Bukan perkara mudah, karena Pengacara publik memasang tarif mahal dan Kenny pun sempat melakukan percobaan bunuh diri di penjara karena nyaris putus asa. Sampai akhirnya Betty Anne mengambil keputusan berani: kembali ke bangku kuliah untuk mengambil gelar hukum agar bisa menjadi pengacara untuk kakaknya. Disinilah perjuangan Betty Anne dimulai. Begitu berdedikasinya ia pada upayanya ini hingga pernikahannya pun tanpa sengaja menjadi korban. Terbebani peran single mother, berbagai tugas kuliah dan ancaman drop out membuat Betty Anne nyaris menyerah di tengah jalan jika bukan karena dorongan semangat dari teman kuliahnya Abra Rice (Minnie Driver).

Tahun demi tahun berlalu, sampai akhirnya Betty Anne menemukan sebuah organisasi non-profit bernama Innocence Project, yang membantu menangani kasus kasus wrongful convictions seperti yang dialami Kenny. Ternyata teknologi DNA baru marak pada saat itu dan konon pencocokan DNA bisa diajukan pada kasus lama yang  diragukan keabsahannya. Betty Anne kembali merunut bukti-bukti lama, menanyai saksi saksi lama, hingga titik cerah akan kasus Kenny perlahan mulai menyeruak. Apakah perjuangan Betty Anne selama belasan -bahkan puluhan tahun membebaskan kakaknya akan berbuah hasil?

Mungkin tanpa harus diberitahu akhir cerita pun, sudah bisa tertebak ya🙂. Tapi bukankah pada kisah seperti ini, yang menarik adalah prosesnya? Secara keseluruhan kisah ini betul betul menginspirasi dan menyentuh, betapa setia dan tidak putus-putusnya kepercayaan Betty Anne  pada kakaknya. Perhatikan transformasi karakter Betty Anne yang awalnya hanya seorang ibu rumah tangga biasa menjadi mahasiswa dan akhirnya seorang pengacara. Film ini menunjukkan betapa jahatnya sebuah ‘sistem’ yang korup, betapa dahsyat dampaknya pada orang orang yang terjerumus pada sistem tersebut, dan betapa mahal harga yang harus dibayar — waktu dan keluarga.  This ain’t a simple cinderella story, this is an endless devotion of a loving sister whom put up a good fight. Bahkan sejak awal Betty Anne tidak pernah mempertanyakan apakah kakaknya betul-betul tidak bersalah.  If that’s not true faith, i don’t know what is🙂

Bukan hanya Hilary Swank, namun performa Sam Rockwell sebagai Kenny dengan pasang surut emosinya pun sayang untuk dilewatkan, hingga tidak kurang dari tiga nominasi sebagai Best Supporting Actor di berbagai festival film diraihnya untuk peran ini. Sang sutradara Tony Goldwin, berhasil mengemas kisah ini dengan begitu memikat dan sama sekali tidak membosankan. Sebelumnya ia lebih banyak menangani serial TV seperti The L Word, Grey’s Anatomy, hingga Dexter. Namun mungkin orang akan lebih mengenal sosoknya sebagai aktor yakni sebagai antagonis Carl Brunner dalam film ‘Ghost’ (1990) yang amat populer.

Conviction, a crusade for justice that’s worth-watching 8/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s