Easy A – review

Di tengah serbuan film film remaja kelas B yang  hanya mengeksploitasi seks dan cerita yang dangkal, the last teen movie that actually intrigued me was Charlie Bartlett (2007). Nampaknya kini Charlie akan ditemani oleh Olive Penderghast dari ‘Easy A’. Seperti kisah remaja pada umumnya, ‘Easy A’ masih berkutat di dalam topik teen pressure, persahabatan dan tentunya, cinta. Gaya penceritaan dibuka dengan Olive yang akan membeberkan kisahnya via video internet streaming. Shall the story begins…:D

Olive Penderghast: The rumors of my promiscuity have been greatly exaggerated.

Kebohongan kecil Olive Penderghast (the ravishing Emma Stone) pada Rhiannon sahabatnya tentang akhir pekan bersama pria fiktif harus dibayar mahal. Obrolan di toilet sekolah tersebut langsung menyebar dan rumor yang beredar bahwa Olive telah kehilangan keperawanannya. In their small town, apparently the issue is still quite appaling, khususnya bagi Marianne (Amanda Bynes) gadis religius yang fanatik dan langsung menghakimi Olive atas ‘tindakan’nya yang dinilai asusila.

Marianne: There’s a higher power that will judge you for your indecency.
Olive Penderghast: Tom Cruise?

Secara kebetulan, kelas bahasa Inggris sedang membahas novel The Scarlet Letter, dimana situasinya mirip dengan apa yang Olive alami sekarang. Olive yang cenderung cuek tapi mulai kesal karena orang-orang tidak ada yang mempercayainya, justru semakin menunjukkan sikap pemberontaknya dengan memakai baju seksi dan menempelkan kain inisial ‘A’ (untuk Adultery) berwarna merah di dadanya, sebagaimana simbol yang dikisahkan pada novel tersebut.

Olive Penderghast: A is for Awesome.

Belum lagi usai rumor tersebut, Brandon (Dan Byrd), teman Olive yang sebenarnya gay datang meminta tolong. Muak di-bullied tiap hari, Brandon meminta Olive untuk pura-pura have sex with him di pesta salah seorang murid populer. Olive yang semula menolak, namun karena sifat dasarnya yang suka menolong akhirnya mengiyakan. Rencananya sendiri sukses besar, namun hanya menambah bola gunjingan yang sejak awal digulirkan menjadi semakin tidak terkontrol.  ‘Pertolongan’ Olive pada Brandon terdengar oleh pria pria kurang populer yang berharap Olive juga dapat menaikkan reputasi mereka. Kepalang tanggung, Olive akhirnya memutuskan untuk meneruskan layanan ‘kebohongan’ ini, ditukar dengan uang atau kupon hadiah.

Namun apakah Olive akan tahan dengan stigma wanita murahan yang diberikan orang kepadanya? Bagaimana ia mengembalikan reputasinya seperti sedia kala? Apalagi Marianne menyusun plot untuk mengeluarkannya dari sekolah.

Film ini menunjukkan betapa massal akibat dari sebuah rumor dan bagaimana orang begitu cepat membuat judgementnya sendiri. Jika dulu ada film Gossip (2000) yang juga mengangkat tema rumor namun lebih kepada thriller, maka ‘Easy A’ mengemasnya dalam formula yang lebih ringan. Apa yang membuat ‘Easy A’ beda dengan kisah lain, yakni karakteristik sang tokoh utama Olive yang dibuat sangat menarik –cuek, provokatif namun di balik itu sesungguhnya suka menolong -walaupun itu berarti dia harus terjerumus masalah karenanya. Yeah, she’s a kick-ass antihero with groundbreaking attitude. Amanda Bynes juga sukses menjadi gadis yang amat menyebalkan, setelah sebelumnya selalu mendapat peran protagonis. Yang menarik juga adalah keluarga Olive, yang digambarkan patchwork family –sepasang orang tua angkat yang diperankan Stanley Tucci dan Patricia Clarkson dengan Chip, sang adik berkulit hitam. Bagaimana komunikasi yang unik dan hangat antara mereka is very much genuine and heartwarming😉. Jangan lewatkan juga penampilan apik dari Thomas Haden Church dan Lisa Kudrow yang menjadi guru di sekolah Olive. Yang disayangkan justru karakter love interest Olive yakni Todd yang diperankan oleh Penn Badgley (bagi penggemar seri Gossip Girl pasti tidak asing dengan si ganteng pemeran Dan Humphrey ini), karena terkesan seolah tempelan saja.

Tapi tentu bintangnya adalah the awesome Emma Stone.  Dengan paras bagai gabungan Mila Kunis dan Lindsay Lohan, gadis 22 tahun ini sebelumnya tampil apik dalam Superbad dan Zombieland, but Easy A is her first big break, methinks. With that sexy deep voice and attitude, i hope she’ll get major great films lined up after this. Of course right now she’s already cast as Gwen Stacy on the Spiderman reboot.😀

‘Easy A’ is fun, lovable, witty and charming. A is for Awesome😀

8.5/10

Olive Penderghast: Let the record show that I, Olive Penderghast, being of sound mind and below average breast-size, swear to tell the truth, the whole truth, and nothing but the truth… starting now.

2 thoughts on “Easy A – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s