Lars & the Real Girl – review

Lars Lindstorm (Ryan Gosling) adalah pemuda pemalu dengan segala kekikukannya dalam bersosialisasi dengan orang lain. Hidup di tengah-tengah kehangatan kota kecil di daerah Selatan, Karin (Emily Mortimer) sang kakak ipar mulai mengkhawatirkan kecenderungan anti sosial Lars. Ia dan Gus, kakak Lars, tinggal tak jauh dari rumah Lars, dan Karin selalu berusaha agar Lars mau pindah ke tempat mereka walaupun berkali-kali juga ditolak dengan halus. Di tempat kerjanya sendiri, Lars sebetulnya menarik simpati Margo (Kelli Garner), namun lagi-lagi Lars selalu menutup diri pada rekan kerjanya tersebut. Di balik itu semua, sebagai pria normal sebetulnya Lars juga merasa kesepian, hanya saja ia masih terjebak dalam kompleksitas pikirannya sendiri dalam menghadapi sebuah konsep berhubungan dengan orang lain.

Tiba tiba saja suatu hari Lars memutuskan untuk memesan sebuah –atau seorang ‘wanita’  dari internet untuk menjadi pendampingnya. Uniknya, ‘wanita’ ini berupa sebuah sex doll yang diberi nama Bianca. Boneka cantik ini diperlakukan Lars layaknya manusia sungguhan; diajak mengobrol, didandani, diajak makan malam bersama Karin dan Gus, dibawa ke pesta dan lain lain. Bukan main terkejutnya Karin dan Gus saat berjumpa dengan Bianca untuk pertama kali. Dr. Dagmar (Patricia Clarkson), psikiater yang diam-diam dihubungi Karin dan Gus terkait kehebohan ini, di luar dugaan menyarankan agar mereka mengikuti saja ‘permainan’ Lars. Ia berpendapat ini bisa jadi pemacu yang bagus untuk Lars untuk belajar bersosialisasi, dan siapa tahu nanti saat dia sudah ‘tidak butuh’ lagi Bianca, adalah saatnya Lars siap terjun ke masyarakat sesungguhnya.

Maka mulailah mereka secara pelan-pelan menginformasikan hal ini kepada tetangga, kerabat dan teman-teman di kotanya agar Lars tidak dikucilkan atau diejek. Secara mengejutkan, walaupun canggung pada awalnya, warga kota mulai ‘menerima’ kehadiran Bianca, bahkan mengikutsertakan Bianca pada kegiatan-kegiatan sosial di kota tersebut. Lama kelamaan Lars malah jengah dan kesal ketika Bianca mulai sering memiliki ‘jadwal’nya sendiri.

Lars Lindstrom: You don’t care.
Karin: We don’t care? We do care!
Lars Lindstrom: No you don’t.
Karin: That is just not true! God! Every person in this town bends over backward to make Bianca feel at home. Why do you think she has so many places to go and so much to do? Huh? Huh? Because of you! Because – all these people – love you! We push her wheelchair. We drive her to work. We drive her home. We wash her. We dress her. We get her up, and put her to bed. We carry her. And she is not petite, Lars. Bianca is a big, big girl! None of this is easy – for any of us – but we do it… Oh! We do it for you! So don’t you dare tell me how we don’t care.
[
walks into house and slams door]

Film ini dinominasikan dalam ajang Oscar 2008 untuk kategori Best Actor, Best Writer & Best Screenplay. Ryan Gosling kembali mengukuhkan posisinya sebagai aktor muda berbakat di antara jebolan-jebolan Mickey Mouse Club seangkatannya dahulu. Inti cerita mengenai krisis kepercayaan diri dan identitas ini sebetulnya unik, hanya saja alurnya kelewat lambat dan memang backsound yang digunakan amatlah minim sehingga jika penonton tidak betul betul fokus pada alur cerita, niscaya akan mengantuk😀.

Namun di zaman serba modern ini, sungguh  menyentuh menyaksikan empati dan dukungan warga kota terhadap tabiat ‘aneh’ Lars, dimana pada realitanya common society most likely will consider him as a delusional-lunatic🙂. Namun mungkin itulah pesan moral dari film ini, yakni pencarian tanpa henti akan arti kasih sayang yang dapat merubah seorang individu bahkan lingkungannya, walaupun hanya melalui sebuah boneka plastik bernama Bianca. She might not be real, but the love she embraces among others, is 😀

Untuk ide cerita, 8/10 tapi untuk alurnya i’ll give 6.5/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s