Frozen – review

‘What is the worst way to die?’

Premis yg ditawarkan oleh film yg bersetting di pegunungan salju ini sebenarnya sederhana. Tiga orang sahabat terjebak di chairlift saat mereka mencuri-curi waktu untuk kembali bermain ski. Namun ternyata tidak dibutuhkan sosok monster atau pembunuh berantai untuk membangun suspense yg sukses terasa sepanjang alur film ini, karena satu-satunya ancaman kematian datang dari hal yg paling berkuasa: alam.

Alkisah pasangan Dan (Kevin Zegers) dan Parker (Emma Bell) serta sahabat Dan, Joe (Shawn Ashmore) sedang berlibur di sebuah resor pegunungan salju. Pada awalnya acara ski ini rencana Dan dan Joe saja, namun karena satu dan lain hal Dan memutuskan untuk mengajak pacarnya. Dari beberapa percakapan bisa ditarik kesimpulan kalau Joe sebetulnya merasa agak tersisihkan oleh kehadiran Parker walaupun ia sungkan menunjukkannya. Suatu sore mereka memutuskan untuk sekali lagi bermain ski dan berhasil membujuk operator chairlift untuk mengizinkan mereka naik walaupun sudah hampir jam tutup. Akibat kesalahpahaman, singkat kata ketika mereka bertiga masih menyusuri pegunungan di atas lift, listrik tiba-tiba dimatikan.

Yep, mereka terjebak di ketinggian chairlift, di tengah tengah pegunungan yang rentan badai salju dan… kawanan serigala.

Dari berbagai review tentang film ini di IMDB, banyak  yg mengeluhkan hal-hal tidak logis seperti saat Dan memutuskan untuk lompat dari chairlift dan menyebabkan kakinya patah padahal sebetulnya bisa dihindari; kawanan serigala yg tidak logis ada di dalam kawasan resor, dll. Mengesampingkan hal-hal tersebut, IMHO film ini mampu membangun suspense yg cukup memacu adrenalin dengan hanya bermodalkan tiga tokoh dan setting yg cenderung stagnan. Drama yg disisipkan antara Dan, Joe dan Parker pun dirasa cukup proporsional. Well, all that and since i have a height phobia so it doubles up the adrenaline for me😀

Anyway, hiraukan juga endingnya. Mungkin beberapa orang akan merasa endingnya tidak sepadan dengan ketegangan sepanjang film, but i still feel Frozen is better than Open Water (2003), –thriller mengenai dua orang penyelam yg terlantar di perairan rawan hiu karena ditinggal kapal boat yg membawa mereka.

I’ll give 7/10 for the story, while thrilling factor 8.5/10, for keeping me frozen up in my seat.😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s