Peacock – review

Jajaran cast-nya cukup membuat saya tertarik pada film ini: Cillian Murphy, Ellen Page & Susan Sarandon. Peacock adalah sebuah kota kecil di Nebraska, dimana Cillian Murphy berperan sebagai John Killpa, seorang karyawan Bank yg sangat introvert dan misterius. Kesehariannya hanya seputar berangkat kerja dan tinggal di rumah yg  jendelanya pun selalu tertutup. Ternyata bukan tanpa sebab, sejak awal sudah diperlihatkan kalau John memiliki kepribadian lain, yakni seorang wanita bernama Emma. ‘Emma’ lah yg sehari-hari menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mencuci baju dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Yep, Cillian Murphy juga yg memainkan alter ego dari John ini. Think Norman Bates on Alfred Hitchcock’s Psycho😀. Lengkap dengan wig dan make up.

Pada suatu hari secara tidak terduga sebuah kereta keluar dari jalur dan sialnya gerbongnya ‘terperosok’ ke halaman belakang rumah John saat ‘Emma’ sedang menjemur pakaian. Nyaris terkena hantaman gerbong tersebut, Emma jatuh pingsan dan terbangun dengan dikelilingi para tetangga yg sudah ramai menghampiri lokasi kecelakaan tersebut. Keberadaan ‘Emma’ juga menjadi kejutan bagi kota kecil tersebut karena sepengetahuan warga, John tinggal sendirian. Maka Emma disimpulkan sebagai ‘istri John’.

Sempat kelimpungan karena kehidupan rahasianya sudah mulai terusik publik, namun perlahan-lahan ‘Emma’ mulai menikmati berkomunikasi dengan kehidupan di sekitarnya, suatu hal yg tidak pernah dilakukannya. Di antara mereka yg mengusik yakni pasangan Ray dan Fanny Crill. Ray sedang kembali mencalonkan diri jadi walikota Peacock dan ia berpikir kalau lokasi kecelakaan kereta tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kampanyenya. Mulailah Fanny (Susan Sarandon) mendekati Emma untuk melancarkan misi suaminya ini.

Sementara Emma mulai bersosialisasi, di satu sisi John justru panik karena menurutnya tidak seharusnya Emma ‘keluar’. Walaupun secara teknis mereka satu tubuh, tapi apapun yg Emma lakukan, John tidak tahu. Segala tindakan Emma seperti mengijinkan Fanny menjalankan kampanye suaminya di rumah serta membantu  Maggie (Ellen Page) yg memiliki masa lalu dengan John, dianggapnya melewati batas. Mulailah John menyusun rencananya sendiri agar Emma tidak mendominasi kehidupannya. Namun tentu saja diam-diam Emma pun sudah memiliki agenda sendiri.

If he only knew what she was doing…

Terkesan rumit, namun ide dari Peacock sesungguhnya cukup brilian. Plot multiple personality ini as i mentioned before kurang lebih mirip dengan Psycho-nya Alfred Hitchcock. Apalagi disisipkan juga  latar belakang kepribadian ganda John berangkat dari hubungannya dengan Ibunya yg telah meninggal dunia–seperti halnya Norman Bates.  John menyebutkan ia pertama ‘berjumpa’ dengan Emma yakni di hari pemakaman Ibunya. Bisa disimpulkan Emma semula adalah sisa-sisa kenangannya akan Ibunya, namun perlahan mengembangkan inner conscience-nya sendiri. Maka ketika Emma mendapat ‘celah’, ia kemudian melakukan hal-hal yg tidak bisa John lakukan karena trauma masa kecil yg masih tersisa.  Sayangnya masa lalu John dengan Ibunya tersebut tidak dieksplor lebih jauh, hanya diceritakan melalui orang ketiga kalau Ibu John memang ‘aneh’ dan mengekang. Keterlibatan tokoh Emma dan anaknya –yg diduga sebagai anak John pun ada kaitannya dengan tindakan ibu John di masa lalu.

John: She’s not the boss of me!

Bukan tanpa cela, 20 menit pertama alur Peacock sungguh sangat membosankan, i almost switch the dvd😀. Tapi kemudian plot semakin menarik, apalagi ketika karakter Emma mulai menunjukkan dominansinya atas John. Amati juga bagaimana cerdiknya Emma/John bergantian muncul  mengelabui warga Peacock yg (janggalnya?) tidak mencurigai mereka yg tidak pernah sekalipun tampil pada satu waktu yg bersamaan. Cillian Murphy sendiri bermain sangat bagus untuk peran kompleksnya sebagai laki-laki dan wanita dalam satu tubuh. He’s a rather underrated bright young actor, i would love to see him again in  more ambitious role,..perhaps another project with Nolan?. Wajah dinginnya memang cocok memainkan tokoh antagonis, seperti halnya perannya dalam Red Eye. Ellen Page sendiri terkesan hanya sebagai tempelan, namun perannya sebagai ibu muda disini setidaknya bukan pengulangan karakter dia yg sudah-sudah (indie-girl next door? :D). Susan Sarandon..well there’s nothin ugly you could say about this amazing actress, couldn’t  you?😉

Peacock, drama psikologis dengan sedikit bumbu thriller. Cobalah bertahan di 20 menit pertama & you’ll be just fine😀 I wish they could put more thriller, though. Just for the sake of it 😉  7.5/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s