A Single Man – review

Tidak hanya disegani di bidang fashion, ternyata mantan creative director brand raksasa Gucci dan Yves Saint Laurent – Tom Ford, telah menunjukkan kepiawaian dalam penyutradaraan perdananya di film ‘A Single Man’ (2009). Kisah yg diangkat dari novel berjudul sama ini menuturkan tentang pergolakan batin seorang Professor George Falcon (Colin Firth) yg baru saja ditinggal mati partner hidupnya selama 16 tahun, Jim (Matthew Goode) karena kecelakaan mobil saat liburan. Belum lagi hilang rasa syoknya, George mesti pasrah saat keluarga Jim secara tersirat tidak menginginkan kehadirannya di pemakaman. Hal tersebut mungkin dikarenakan setting film ini yg mengambil era 60an, dimana kaum gay nampaknya belum secara terbuka diterima oleh masyarakat banyak.

Merasa gamang, George memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Di hari yg ditentukan, ia mempersiapkan semua mulai dari meninggalkan catatan dan gaji terakhir pengurus rumahnya, mengurus deposit box di bank, merapihkan rumahnya hingga mengatur tata letak bagaimana ia akan mati. Di luar itu, ia memulai harinya seperti biasa –mengajar di Universitas. Sepanjang hari itulah yg perlahan lahan menentukan sikap akhir George terhadap hidupnya sendiri. Pertemuan George dengan beberapa orang –Charley (very lovely Julianne Moore) teman lamanya, Kenny Potter (Nicholas Hoult) siswanya yg diam-diam tertarik pada kehidupan introvert sang dosen, Carlos seorang imigran Spanyol yg secara random dikenalnya di jalan, memberi ‘warna’nya masing-masing pada ‘hari terakhir’ George.

Sejak scene pertama, A Single Man sudah menyajikan sinematografi yg begitu memikat dan konsisten sampai akhir film. Tone warna yg digunakan berubah-rubah tergantung suasana hati George. Visual saat adegan flashback George dan Jim misalnya, disajikan dalam palet monokrom namun ketika kembali ke kehidupan nyata maka berbaur dengan warna-warna sepia khas 60an. Mungkin inilah andil dari mata seorang desainer, dimana segala aspek estetika dalam suatu adegan betul-betul dikerjakan secara maksimal. It was like watching a photography in motion, literally! Belum lagi adegan-adegan slow motion yg memang semakin menonjolkan detail yg memukau.

Menuai banyak pujian dari kritikus, film ini pun melenggang dengan sukses dari satu penghargaan ke penghargaan lain, di antaranya nominasi Golden Lion dan Queer Lion di 66th Venice Film Festival 2009. Colin Firth dengan penampilan apiknya juga dianugerahi Aktor Terbaik di BAFTA Awards 2010, sedangkan di Oscar 2010 hanya sampai nominasi. And Julianne Moore gives one of her best performance ever, here. Bagi yg mengikuti serial Inggris ‘Skins’, tentunya sudah tidak asing pada aktor muda pendatang baru Nicholas Hoult, dimana wajah innocentnya sungguh pas memerankan sosok Kenny.

‘A Single Man’ is a well-delivered drama, both emotionally and visually stunning ย 8/10

George: I always used to tell him that only fools could possibly escape the simple truth that now isn’t simply now: it’s a cold reminder. One day later than yesterday, one year later than last year, and that sooner or later it will come.

George: [ voiceover] A few times in my life I’ve had moments of absolute clarity, when for a few brief seconds the silence drowns out the noise and I can feel rather than think, and things seem so sharp and the world seems so fresh. I can never make these moments last. I cling to them, but like everything, they fade. I have lived my life on these moments. They pull me back to the present, and I realize that everything is exactly the way it was meant to be.

George: For the first time in my life I can’t see my future. Everyday goes by in a haze, but today I have decided will be different.

2 thoughts on “A Single Man – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s