The Imaginarium of Dr. Parnassus – review

This is the very last work of the late-talented young actor Heath Ledger. Sesuai dengan tema magis dalam film ini, sungguh surreal rasanya melihat sosok hidupnya disini🙂.

Terry Gilliam, sutradara yg dikenal dengan sentuhan surealisnya mengangkat kisah Dr. Parnassus (Christopher Plummer) dan dunia imajinasinya yg mengagumkan. Melalui teater keliling  bersama putrinya Valentina (Lily Cole), dan kedua asisten setianya Anton & Percy, mereka menawarkan pengalaman menelusuri impian secara kasat mata bagi para sukarelawan yg berminat.  Sayangnya bisnis mereka ini tidak dapat dikatakan sukses karena orang cenderung tidak mengacuhkan mereka. Dr. Parnassus sesungguhnya immortal, keabadian ini ia peroleh lewat taruhan ribuan tahun yg lalu yg dimenangkannya dari the Devil himself, Mr. Nick (Tom Waits).  Namun bukan setan namanya jika tidak licik, Mr. Nick memiliki rencananya sendiri..khususnya untuk Valentina.

Rupanya, Dr. Parnassus melakukan dua kali taruhan. Kesepakatan kedua dilakukan saat ia menukar keabadiannya dengan ‘youth‘ demi mendapatkan cinta ibu Valentina saat itu, dengan imbalan jika ia memiliki anak di kemudian hari, harus diserahkan pada Mr. Nick jika usianya sudah mencapai 16 tahun. Maka itulah Dr. Parnassus mulai kalang kabut karena ulang tahun Valentina yg ke -16 hanya tinggal hitungan hari.Tentu saja putrinya tidak tahu menahu mengenai hal ini.

Di tengah-tengah kepanikan tersebut, tiba-tiba Tony (Heath Ledger, Johnny Depp, Jude Law, Collin Farrell) muncul dalam kehidupan mereka. Pria yg mengaku amnesia ini diselamatkan Anton saat ditemukan tergantung di  bawah jembatan. Dr. Parnassus percaya bahwa Tony ‘dikirim’ pada mereka untuk mengeluarkan mereka dari jerat muslihat Mr. Nick. Sejak kehadiran Tony yg tampan dan pintar bicara, teater mereka mulai didatangi banyak pengunjung. Karena Mr. Nick sempat merubah kesepakatan yakni siapapun yg berhasil mengoleksi 5 jiwa terlebih dahulu akan memperolehValentina, tentu ini kabar gembira bagi Dr. Parnassus. Kurang lebih aturan mainnya seperti ini: Siapapun yg masuk ke  dunia imaginariumnya, pada akhir perjalanan akan menghadapi dua jalan yg mesti dipilih. Jika memilih jalan yg benar, jiwanya bebas. Jika salah, maka sang setan sudah menunggu untuk mengambil ‘hak’nya.

Apakah Tony betul-betul sang penyelamat seperti yg diperkirakan Dr. Parnassus? Lalu kenapa Anton merasa ada yg janggal dengan masa lalu yg selalu ditutup-tutupi Tony? Mungkinkah ia hanyalah jebakan dari Mr.Nick? Berhasilkah mereka membebaskan Valentina? Kurang lebih begitulah pertanyaan pertanyaan yg membentuk plot dari The Imaginarium of Dr. Parnassus😀

Di luar dugaan, jalan cerita film ini tidak serumit yg diperkirakan (karena Terry Gilliam terkenal akan absurditasnya) –which is of course, a good thing :p . Alasan utama menyaksikan film ini tentu karena ingin memanjakan mata dengan efek visualnya. Dan memang terbayar, karena 10 menit pertama sudah sangat amat mencengangkan😀.  Sayang sekali tidak sempat menyaksikan film ini di bioskop karena efek euphoria visualnya akan sangat berlipat ganda😀. Lily Cole, walaupun basic-nya adalah seorang model- rupanya dapat berakting dengan baik, dan wajah pixie-nya sangat cocok untuk dikasting dalam kisah penuh keajaiban seperti ini.  Untuk cerita dan alur, i’ll give 7/10. But of course my highest appreciation 9/10 goes to the enchanting visual😀.

Dr. Parnassus: [Has just seen the Devil] He’s come to collect.
[after a pause]
Dr. Parnassus: He’s early.

Tony: Can you put a price on your dreams?


Tony: If Doctor Parnassus can really control people’s mind, why isn’t he ruling the world,then? Eh? Why bother with this little… side show?
Anton: ‘Side show’? He don’t… he don’t want to rule the world. He wants the world to rule itself!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s