Adam – review

Titel the winner of  Alfred P. Sloan Feature Film Prize pada Festival Sundance 2009 lalu yg tertera pada sampulnya, membuat saya cukup penasaran pada film ini.

Adegan dibuka pada sebuah pemakaman. Adam (Hugh Dancy, berakting sangat memukau disini🙂 ) adalah seorang pemuda cerdas pengidap Asperger – semacam Autism, kurang begitu tanggap dengan interaksi sosial sekitar. Ayahnya baru saja meninggal dan kini ia harus menghadapi hidupnya seorang diri, apalagi tidak lama kemudian ia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai electrical engineer di sebuah perusahaan mainan. Satu-satunya orang yg selama ini berinteraksi secara rutin dengannya adalah teman kerja almarhum Ayahnya yakni Harlan.

Kemudian datanglah Beth (Rose Byrne), gadis jelita yg baru saja pindah ke apartemen tempat Adam tinggal. Beth adalah seorang penulis cerita anak-anak yg kehidupan cintanya baru saja kandas. Dua orang ini lambat laun menjalin hubungan yg unik. Beth terkesan dengan keluguan dan kejujuran Adam, walaupun kadang terlalu jujur – karena kepekaan atau empati pengidap Asperger terhadap orang lain memang kurang, ucapan mereka bisa dibilang tanpa proses pemilahan dulu. Maka Adam di lain sisi merasa nyaman dengan Beth yg cukup sabar mendengarkan celotehannya mengenai kegemarannya akan luar angkasa. Walau pada beberapa kesempatan Adam sempat merasa kikuk dan rendah diri dengan kondisinya, khususnya saat berjumpa dengan orangtua Beth (Peter Gallagher & Amy Irving) dan bersosialisasi dengan teman-teman Beth. Apakah Adam siap melangkah ke luar ‘dunia’nya?

Akting Hugh Dancy patut diacungi jempol disini. Ia mampu menampilkan gerak gerik Adam yg neurotic dan canggung, dengan tidak berlebihan. Beberapa scene juga cukup efektif menggambarkan perhatian Adam pada Beth secara quirky namun tetap manis. Misalnya saja, Adam mengajak Beth ke Central Park larut malam hanya untuk melihat….rakun.🙂

Yes, ini adalah kisah romantis, namun berbeda dengan kisah tipikal lainnya, ‘Adam’ mampu menampilkan emosi serta interaksi yg genuine, bittersweet namun tidak cengeng apalagi ending yg klise🙂.

Check the soundtrack also, karena ada lantunan ballad acoustic indah dari Joshua Radin, salah satunya ‘When You Find Me’😉

8.5/10

memorable quotes:

Adam ‘I’m not Forrest Gump, you know’

(Adam mengucapkan candaan ini saat Beth memberinya sekotak coklat sebagai permintaan maaf setelah pertengkaran semalam.)

Beth: Adam, his mother, and his father were a family of talking raccoons that lived in the middle of New York City. They didn’t really belong there, but there they were.

(dinarasikan Beth saat Adam membaca buku anak-anak karya Beth)

2 thoughts on “Adam – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s