Dexter : TV’s favorite serial killer

Setelah perkenalan ‘tidak sengaja’, saya langsung jatuh cinta pada serial tv ini. Kebetulan waktu itu salah satu channel tv kabel sedang memutarkan re-run dua season sekaligus, and guess what? i couldn’ t keep my eyes away from this series for three days in a row🙂. Addictive!

Dexter Morgan (Michael C. Hall, just won an Emmy for this particular role) adalah seorang petugas forensik spesialisasi darah di Kepolisian Miami. Dikenal sebagai pria ramah dan cerdas di kalangannya, sepintas kehidupan Dexter nampak normal sebagaimana tipikal polisi lainnya. Namun siapa sangka di balik wajah dinginnya ia menyimpan kehidupan rahasia. He might be solving up cases by day, but by night, he’s strolling down the street as a merciless serial killer hunting for prey. Not just any random serial killer, but he holds the ‘code’ which is known as the Harry’s Code.

Sejak kecil, Dexter memiliki ‘dahaga’ yg tidak wajar untuk anak seusianya, yakni hasrat membunuh. Hal ini disadari oleh Harry, ayah angkatnya yg juga seorang polisi yg cukup disegani di Kepolisian Miami. Tidak ingin anaknya divonis sebagai pesakitan, Harry menyimpan rahasia ini untuk kemudian mengarahkan ambisi puteranya pada sebuah kode atau aturan main, yakni Dexter ‘hanya’ boleh mengambil nyawa para kriminal yg lolos dari jerat hukum. Inipun  dilakukan setelah penyelidikan mendalam dan ekstra hati-hati.

Dexter Morgan: [voiceover] Harry was a great cop here in Miami. He taught me how to think like one; he taught me how to cover my tracks. I’m a very neat monster.

Berbekal kode moral tersebut, Dexter tumbuh dewasa menjadi ahli forensik dan bersama adik perempuannya Debra (Jennifer Carpenter, Michael C.Hall real-life wife🙂 )–yg juga polisi detektif dan sama sekali tidak tahu menahu atas kehidupan ganda kakak kesayangannya ini- menjalani kesehariannya memecahkan kasus demi kasus di Miami. Alasannya masuk kepolisian Miami pun cukup sederhana, karena konon Miami memiliki tingkat pemecahan kasus terendah, sehingga ia tidak perlu khawatir ‘hobi’nya akan ketahuan🙂. Lagipula, dikelilingi laut, memudahkannya untuk ‘membuang’ barang bukti berupa…errrr body pieces. Yah, jika akrab dengan film horor semacam Saw, Hostel, dll teknik yg Dexter terapkan pada korban-korbannya tidak jauh dari berbagai macam benda tajam dan tindakan mutilasi. Namun semua sudah diperhitungkan dengan matang karena tentu saja, sebagai ahli forensik handal ia tahu persis bagaimana caranya supaya tidak meninggalkan bukti  apapun🙂, Clever, ain’t he? Jangan khawatir, karena ini konsumsi tv, tentu tidak akan sebrutal pada film film slasher. Oh ya, signature style Dexter yakni menyayat pipi calon korbannya untuk kemudian tetesan darahnya dikoleksi ke dalam plat kaca (seperti yg biasa digunakan di laboratorium).

Tokoh-tokoh lain yg juga berpengaruh dalam kehidupan Dexter yakni Rita Bennet, janda beranak dua yg menjadi kekasihnya. Sifat rapuhnya karena sempat menjadi korban kekerasan domestik –yg kadang membuat penonton gregetan err…or was it just me? :)- juga menjadi salah satu alasan Dexter menjalin hubungan dengannya. Because let’s face it, he was emotionally detached, and so was Rita. Tidak lupa rekan-rekan kerjanya: Angel Batista, Masuka, James Doakes serta atasannya Letnan Maria LaGuerta. Doakes satu-satunya yg menyadari ada yg janggal dengan Dexter dan selalu ketus serta menaruh kecurigaan berlebih pada segala tindak tanduknya. Tapi tentu dengan kecerdasannya, Dex selalu berhasil selangkah lebih maju mengelabui Doakes.

Season pertama selain bercerita mengenai asal usul Dexter secara flashback, juga berkisar tentang kasus Ice Truck killer, pembunuh berantai yg meninggalkan ‘pesan’ di tiap aksinya, dimana  hanya Dexter yg mampu mengerti maknanya. Who could understand a serial killer better other than…another serial killer?😉

Dexter Morgan: I’ve lived in darkness a long time. Over the years my eyes adjusted until the dark became my world and I could see

Kini seri yg diadaptasi dari novel ‘Darkly Dreaming Dexter’ karya Jeff Lindsay ini sudah mencapai season 4, and it’s impossible for me to tell the whole ‘fun’ of the early seasons, you have to watch it yourself🙂 Sarat dengan dark comedy melalui narasi dari Dexter sendiri, ide ceritanya mesti diakui sangat jenius although morally wrong, but yet intriguing.  Karena penonton akan dibuat ‘tidak rela’ ketika Dexter dihadapkan pada detik detik terbongkarnya kehidupan rahasianya. Apakah aksi vigilante-nya juga tak bisa terhindar dari ‘hukum’ pada akhirnya? Well he is after all, our favorite serial killer🙂

Berikut adalah theme song Dexter, ‘Psycho Killer’ by Talking Heads. Well of course the song title would be it,..like d’oh!🙂.  Sebetulnya ada tv spot juga dengan lagu ini yg sangat menggambarkan how disturbingly and eerie Dexter’s world is, sayang saya tidak berhasil menemukannya di Youtube😦. Well anyway, enjoy this haunting theme song!


4 thoughts on “Dexter : TV’s favorite serial killer”

  1. eh, btw tau gak lu kalo si Michael C. Hall lagi kena Cancer dan udah dikeloterapi, dan dan ternyata si Jennifer Carpenter alias si Debra adalah istrinya in real life!! hahaha intermezzo aja

      1. baru digoogle, wuih! multiple personalities? seru jg ya x) boleh lah gaan coba dioper kesini wkwkw
        yg katanya jg bagus Modern Family win, ratingnya ampe 9 di IMDB. Tapi gw belum nemu si di lapak wekekekeek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s