The Wrestler – review

Pertama-tama, salut untuk Mickey Rourke untuk transformasi fisiknya menjadi pegulat profesional. Walaupun pada perannya sebagai Marv di Sin City perawakannya memang sudah ‘gahar’ tapi disini -dan dipadukan dengan aktingnya- betul betul luar biasa. Tidak heran para juri Oscar menominasikannya sebagai Best Actor in A Leading Role pada perhelatan akbar perfilman tersebut awal tahun ini.

Jangan membayangkan film ini adalah film penuh dengan aksi baku hantam di atas ring. This is purely, drama. Randy ‘The Ram’ Robinson (Mickey Rourke) had his fame back in the 1980’s. Pertarungannya dengan Ayatollah di Madison Square Garden menjadi salah satu pertandingan yg paling legendaris. Disini film ini dengan cerdas menguak sisi manusiawi dari seorang pegulat pro. Berlawanan dengan imej pegulat yg sangar, Randy digambarkan sebagai pria yg menyenangkan dan ramah, dihormati oleh rekan rekan gulatnya, disukai anak-anak. Ironisnya, di luar ring, hidupnya berantakan. Hidup di trailer, kerja serabutan di sebuah retail, dan sendirian. Putri tunggalnya yg hidup terpisah – Stephanie (Evan Rachel Wood) membencinya, sehingga satu-satunya teman bicaranya adalah stripper di klub lokal, Cassidy (Marissa Tomei). Kenyataan hidup menampar Randy sekali lagi, saat ia kolaps pasca salah satu pertandingannya. Oleh dokter ia divonis tidak bisa bergulat lagi, karena akan membahayakan kondisi jantungnya. Padahal sebelumnya sedang direncanakan re-match dengan Ayatollah untuk memperingati 20 tahun pertarungan akbar tersebut.

Namun jika gulat adalah satu-satunya hal yg menjadi keahlian Randy, bagaimana ia mesti menjalani hidup di masa tuanya ini? Apakah kali ini ia harus benar benar pensiun?

Pembentukan karakter Randy oleh Mickey Rourke betul betul layak mendapat acungan jempol. Menyentuh bagaimana ia ingin berbaikan dengan putrinya, tapi di satu sisi ia memang tidak mengenal putrinya tersebut. Atau tingkah laku yg sebenarnya wajar namun kadang mengundang senyum, seperti saat ia mengenakan kacamata rabun dekat, alat bantu dengar, bagaimana ia menghadapi pelanggan di counter deli dan juga saat ia berkunjung ke salon tanning x).
Satu hal yg pasti, ending film ini defines capital D in the word Dignity =)

Film ini juga dihiasi lagu-lagu yg didominasi rock 80an seperti Guns’N’Roses, Scorpions, Firehouse, Ratt dll. Dan pada credit title ditutup oleh satu alunan indah yg khusus ditulis oleh Bruce Springsteen: ‘The Wrestler’.

The Wrestler is raw, moving & memorable. Please do check it out! =D

Memorable quotes:


(Randy & Cassidy at the bar)
Randy ‘The Ram’ Robinson: Goddamn they don’t make em’ like they used to.
Cassidy: Fuckin’ 80’s man, best shit ever !
Randy ‘The Ram’ Robinson: Bet’chr ass man, Guns N’ Roses! Rules.
Cassidy: Crue!
Randy ‘The Ram’ Robinson: Yeah!
Cassidy: Def Lep!
Randy ‘The Ram’ Robinson: Then that Cobain pussy had to come around & ruin it all.
Cassidy: Like theres something wrong with just wanting to have a good time?
Randy ‘The Ram’ Robinson: I’ll tell you somethin’, I hate the fuckin’ 90’s.
Cassidy: Fuckin’ 90’s sucked.
Randy ‘The Ram’ Robinson: Fuckin’ 90’s sucked.

(Randy’s speech at the match)
Randy ‘The Ram’ Robinson: I just want to say to you all tonight I’m very grateful to be here. A lot of people told me that I’d never wrestle again and that’s all I do. You know, if you live hard and play hard and you burn the candle at both ends, you pay the price for it. You know in this life you can loose everything you love, everything that loves you. Now I don’t hear as good as I used to and I forget stuff and I aint as pretty as I used to be but god damn it I’m still standing here and I’m The Ram. As times goes by, as times goes by, they say “he’s washed up”, “he’s finished” , “he’s a loser”, “he’s all through”. You know what? The only one that’s going to tell me when I’m through doing my thing is you people here.

(Randy’s conversation with Stephanie)
Randy ‘The Ram’ Robinson: I just want to tell you, I’m the one who was supposed to take care of everything. I’m the one who was supposed to make everything okay for everybody. It just didn’t work out like that. And I left. I left you. You never did anything wrong. I used to try to forget about you. I used to try to pretend that you didn’t exist, but I can’t. You’re my girl. You’re my little girl. And now, I’m an old broken down piece of meat… and I’m alone. And I deserve to be all alone. I just don’t want you to hate me.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s